Assalamualaikum wr. wb

Hallo sobat ayo membaca, di blog kali ini saya akan memberikan informasi tentang apa saja yang perlu dipersiapkan untuk BIOS sebelum melakukan instalasi sistem operasi. Selamat membaca!

Ketika komputer atau laptop kondisi kinerjanya sudah menurun dan sangat parah maka langkah yang meski kita tempuh adalah dengan melakukan install ulang. Dengan catatan kondisi menurun disini bukan disebabkan oleh perangkat kerasnya (hardware). Melainkan kinerja komputer menurun karena terdapat sebagian sistem mengalami kerusakan atau terletak pada perangkat lunaknya (software). Alasan kerusakan sistem disebabkan oleh beberapa faktor, bisa karena ulah pengguna yang tidak tahu atau bisa juga disebabkan oleh virus. Melakukan install ulang sistem operasi pada komputer atau laptop adalah langkah terakhir. Artinya jangan mengambil kesimpulan sedikit-sedikit install ulang sistem operasi. Jika masih terdapat solusi selain install ulang maka lakukanlah hal tersebut.

Selain alasan diatas, install sistem operasi juga kita lakukan ketika kita membeli komputer atau laptop baru. Artinya komputer atau laptop baru tersebut belum ada sistem operasinya. Agar komputer atau laptop bisa dijalankan, maka tentunya langkah pertama yang harus kita lakukan adalah dengan menginstall sistem operasi. Karena sistem operasi adalah perangkat lunak inti/dasar untuk mengolah perangkat lunak lainnya. Apapun alasan melakukan reinstall atau ulang sistem operasi, maka sebaiknya Anda harus mempersiapkan beberapa hal dulu. Melakukan install ulang tanpa persiapan yang matang biasanya akan berujung dengan kegagalan. Dengan begitu agar pasca instalasi berjalan lancar, maka Anda persiapkan dulu beberapa hal yang akan saya bahas disini.

Melakukan install ulang sistem operasi adalah kegiatan mengembalikan seluruh perangkat lunak yang sudah terpasang di komputer atau laptop Anda. Jika diibaratkan, komputer yang baru saja di install sistem operasi adalah seperti selembar kertas kosong. Oleh karena itu, jika menginstall sistem operasi tanpa perhitungan sangat beresiko kehilangan data-data penting di komputer. Sebaiknya Anda lakukan hal-hal berikut ini :

  1. Back up seluruh data penting anda

Betapa sangat berharganya data-data yang tersimpan di komputer atau laptop Anda. Bahkan sebagian orang menganggap lebih berharga data-data tersebut dibanding komputernya. Maka daripada itu sebelum Anda melakukan install ulang sistem operasi selamatkan dulu data-data penting tersebut. Anda bisa membackupnya kedalam media-media eksternal seperti Flashdisk, Hardisk, CD/DVD, dan sebagainya. Namun asal Anda tahu bahwa melakukan reinstall sistem operasi hanya akan menyerang pada drive (C:) saja. Artinya jika seluruh data penting Anda tersimpan diselain drive (C:) misal drive (D:), maka Anda tidak perlu melakukan backup data. Asalkan nanti ketika install ulang sistem operasi, Anda jangan melakukan format ulang pada drive selain (C:) tersebut. Jika Anda khawatir akan kehilangan data penting meski sudah disimpan di drive (C:), maka tidak ada salahnya untuk melakukan backup. Apalagi jika hardisk Anda tidak dibuat partisi atau dibagi-bagi lagi drivenya.

  1. Persiapkan Software Sistem Operasi

Namanya juga kita akan melakukan reinstall sistem operasi, maka tentu saja Anda meski sudah mempunyai perangkat lunaknya. Sistem operasi apa yang Anda minati, Windows, Linux, atau Mac OS? Dan memang saat ini yang paling banyak diminati dan digemari oleh seluruh pengguna komputer di dunia adalah sistem operasi Windows. Sistem operasi Windows adalah perangkat lunak yang dibuat dan dikembangkan oleh perusahaan software raksasa di dunia Microsoft Corporation. Antarmuka yang digunakan sistem operasi Windows adalah berbasis GUI (Graphical User Interface). Hingga saat ini atau ketika artikel ini dibuat, versi Windows terbaru adalah Windows 10.

  1. Persiapkan Alat Instalasi Operasi Sistem

Apapun sistem operasi yang akan Anda gunakan, jangan sampai lupa Anda juga harus mempersiapkan alat instalasinya. Melakukan instal sistem operasi tidak bisa dengan cara menyimpan software didalam komputer kemudian menginstallnya. Anda meski masuk kehalaman BIOS komputer dan mengambil BOOT dari alat instalasi sistem operasi yang dimaksud. Jika perangkat lunak sistem operasi yang Anda miliki berupa kepingan CD/DVD, maka Anda meski menggunakan alat instalasi CD/DVD Rom. Dengan begitu nanti Anda setting BOOT halaman BIOS dari CD/DVD. Lalu bagaimana jika Anda tidak mempunyai CD/DVD Rom atau yang ada juga sudah rusak? Tenang karena Anda bisa melakukan install ulang sistem operasi menggunakan Flashdisk. Tentu saja Flashdisk lebih mudah kita dapatkan dibanding dengan CD/DVD Rom. Dengan catatan Anda meski membuat bootable di Flashdisk yang akan gunakan untuk menginstall sistem operasi.

  1. Persiapkan Aplikasi Pelengkap Komputer

Seperti yang sudah saya singgung diatas, ketika kita selesai menginstall ulang sistem operasi, maka seluruh data serta aplikasi yang tersimpan di drive (C:) akan hilang. Tentunya kita tidak bisa bekerja di komputer hanya dengan mengandalkan perangkat lunak sistem operasi saja. Kita membutuhkan aplikasi-aplikasi pendukung lainnya seperti Adobe Photoshop, CorelDRAW, Microsoft Office, dan sebagainya. Pastikan jika nanti Anda takut lupa aplikasi apa saja yang sebelumnya dibutuhkan, sebelum install ulang Anda bisa melihatnya melalui halaman Control Panel. Tepatnya dari Control Panel > Programs > Programs and Features.

  1. Persipkan Driver Komputer atau Laptop

Sebagian komputer atau laptop ketika selesai melakukan reinstall sistem operasi akan terdapat beberapa driver yang kompatible. Namun itu sangat jarang terjadi terlebih jika Anda menggunakan sistem operasi Windows terbaru, seperti Windows 7, Windows 8, atau Windows 10. Walaupun begitu ada juga diantaranya yang tidak kompatible dengan Windows terbaru seperti driver VGA. Umumnya komputer atau laptop yang kita beli akan dilampirkan juga CD/DVD Driver dari vendor hardware yang kita gunakan. Untuk memastikan apakah driver komputer sudah kompatibel dengan sistem operasi atau tidaknya silakan dari halaman Windows Explorer klik kanan Computer > Properties > Device Manager. Kondisi driver tidak kompatible adalah ditandai dengan adanya icon tanda tanya (?) atau tanda seru (!) warna kuning.

  1. Koneksi Internet

Banyak software atau perangkat lunak begitu selesai diinstall di komputer membutuhkan koneksi internet untuk melakukan update. Seperti software Anti Virus agar kinerjanya bisa optimal dalam menjadi security komputer, maka diwajibkan untuk menggunakan Anti Virus up to date. Bukan Anti Virus saja, biasanya ketika selesai install ulang sistem operasi seperti Windows akan banyak ditemukan bug sistem.

Berikut adalah langlah-langkah cara setting BIOS sebelum melakukan install sistem operasi :

  1. Nyalakan atau restart komputer/ laptop anda. Setelah itu, tekan tombol DEL(Delete) berulang kali sampai muncul tampilan BIOS seperti gambar dibawah ini. Oh yah, tidak semua komputer/ laptop menggunakan tombol DEL untuk masuk ke menu BIOS loh, ada beberapa tombol yang paling umum digunakan seperti F1, F2, atau Fn+F2 tergantung manufacturernya. Selanjutnya pindah ke tab Boot menggunakan tombol ◄ ►.
  2. Seperti yang anda lihat bahwa Hard Drive atau HDD berada pada urutan teratas. Hal tersebut menandakan bahwa booting pertama kali dilakukan dari HDD.
  3. Supaya booting pertama kali dilakukan dari DVD, silakan pilih CD-ROM Drive kemudian geser menggunakan tombol +/ – sampai berada di urutan teratas seperti yang tampak pada gambar berikut.
  4. Jangan lupa masukkan DVD installer windows 10nya ke DVDROM, kemudian simpan hasil settingan BIOS anda tadi dengan menekan tombol F10, lalu pilih Yes.

Nah, sekian dulu informasi yang dapat saya sampaikan. Terima kasih dan semoga bermanfaat. Wassalamualaikum wr.wb. Rajin membaca, Biasakan membaca. Salam Ayo Membaca, Semangat Membaca.