A. Pengertian dasar komputer
Konsep awal terciptanya komputer adalah sebagai alathitung. Istilah komputer diambil dari bahasa latin. Komputare yang
artinya menghitung,. Jika dalam bahasa inggris to compute, yang
artnya juga sama yaitu menghitung.
Secara umum komputer dapat diartikan sebagai alat
elektronika yang bekerja secara koordinasi dan
ntegrasi berdasarkan program, dapat menerima masukan berupa
data yang diproses didalam suatu sistem dan dikeluarkan dalam
perhatikan struktur organisasi komputer disamping dan berikut
penjelasannya:
untuk memasukan data atau perintah kedalam komputer
2. Output Device (Alat Keluaran)
Adalah perangkat keras komputer yang berfungsi untuk
menampilkan keluaran sebagai hasil pengolahan data. Keluaran
dapat berupa hard-copy (ke kertas). soft-copy (ke monitor).
ataupun berupa suara.
3. I/O Ports
ke luar sistem. Peralatan input dan output di atas terhubung
melalui port ini.
4. CPU (Central Processing Unit)
CPU merupakan otak sistem komputer, dan memilıkı dua
bagian fungsi operasional, yaitu: ALU (Arithmetical Logical Unit)
sebagai pusat pengolah data, dan CU (Control Unit) sebagai
pengontrol kerja komputer
5.Memori
memori eksternal. Memori internal berupa RAM (Random Access
Memory) yang berfungsi untuk menyımpan program yang kita
olah untuk sementara waktu, dan ROM (Read Only Memory)
yaitu memori yang haya bisa dibaca dan berguna sebagai penyedia
informasi pada saat komputer pertama kali dinyalakan
6. Data Bs
Adalah jahur-jalur perpindahan data antar modul dalam sistem
komputer. Karena pada suatu saat tertentu masing-masing safuran
hanya dapat membawa btdata, maka jumiah saluran
menentukan jumlah bit yang dapat ditransfer pada suatu saat.
Lebar data businmenentukankinea Sistem secara
keseluruhan. Sifatnya bidirectional, artinya CPU dapat membaca
dan menirma data melalui data bus iniData bus biasanya terdirt
atas 8, 16, 32, atau 64 jalur paralel
7. Addres5s Bus
pada proses transfer data. Pada jalur ini,
CPU akan mengirimkan alamat memori yang akan ditulis atau
dibaca. Address bus biasanya terdiri atas
16, 20, 24, atau 32 jalur paralel.
8. Control Bus
Control Bus digunakan untuk mengontrol penggunaan serta
akses ke Data Bus dan Address Bus. Terdiri atas 4 samapai 10
jalur paralel
B. konsep dasar komputer
1. Sistem Pengolahan Data Elektronik
SIKLUS PENGOLAHAN DATA
Suatu proses pengolahan data terdiri atas tiga tahapan dasar, yang disebut dengan Siklus Pengolahan Data (Data Processing Cycle), yaitu input, processing dan output.
Tiga tahap dari dari siklus pengolahan data tersebut dapat dikembangkan lebih lanjut. Siklus pengolahan data yang diperluas (expanded data processing cycle) dapat ditambahkan tiga atau lebih tahapan, yaitu origination (asal/sumber), storage (penyimpanan), dan distribution (distribusi).
Sistem Pengolahan Data Elektronik (SPDE) merupakan sistempengolahan data yang menggunakan komputer sebagai peralatan
umum. Untuk melakukan sistem pengolahan data ini diperlukan
unsur-unsur pelaksana yang terdiri dari :
Hardware (Perangkat Keras)Software (Perangkat Lunak)
Brainware (Sumber Daya Manusia)
a. Hardware komputer
familiar disebut Hardware, dibagi menjadibeberapa bagian, yaitu:
1. Perangkat Input
input antara lain:
-Keyboard
Perangkat ini berfungsi untuk menyimpan data secara
permanen. Contoh perangkat penyimpan data antara lain:
-Flash Disc,
4.Perangkat ini bertungsi untuk membaca dan menulis data
dan penulis data antara lain:
-Floppy Disk Drive
-CD ROMCD RWDVD ROM
-DVD RW, dll.
5. Perangkat Proses
-Main Memory
Software merupakan program-program yang befungsi mengatur
kerja hardware. Software dibagi menjadı beberapa bagian, yaituu:
1. Sistem Operasi (Operating System)
Sistem Operasi berfungsi untuk mengatur kerja komputer
secara mendasar, mısalnya menghidupkan dan mematıkan
komputer, dil Contoh Sistem Operasi yaitu
-MS. Windows untuk Personal Computer
-LinuxLinDows, untuk pengguna Linux dan Windows
-Mac OS untuk pengguna komputer Apple Macintosh
-OS/2, ALX, OS/390 untuk komputer IBM
-SunOS untuk Sun Komputer
-Free BSD
-Solaris
-VMS untuk DEC, dll.
2. Progranm Paket (Package Program)
Program paket menyediakan program siap pakai yang dibuatoleh pabrik. Contoh Paket Program antara lain:
-Microsoft OfficeAdobe Photoshop
-Corel Draw, dll.
3. Bahasa Pemrograman (Language)
Bahasa pemrograman dipakai untuk membuat program-
program aplikasi yang dapat berfungsi sebagai penghubung kerja
antara computer dan peralatannya sesuai dengan kebutuhan
pembuatnya. Contoh bahasa pemrograman yaitu
-Pascal
-Visual BasicBorland Delphi
-Foxpro, dl1
4. Program Bantu (Utility)
Program Bantu dapat digunakan untuk membantu kerja Sistemn
Operasi dan pengguna computer yang menginginkan program
pembantu. Contoh program Bantu yaitu :AntivirusWinZip
Partition Magic, dll.
mengendalikan system computer. Brainware dibagi menjadi
beberapa bagian, yaitu
1. Operator
2. Programer
Programer adalah orang yang membuat program untuk
digunakan/ dijalankan didalam computer
3. AnalisAnalis
sebuah system pembuatan program.
D. Komponen Komputer Hardware Umum
Maksud dari Komponen Komputer Hardware Umum yaitu perangkat keras yang biasa ada untuk sebuah komputer yang keberadaannya dipasaran sangat banyak dan mudah dicari.
1. Casing Komputer / Casing CPU

Casing Komputer atau Casing CPU merupakan Komponen komputer perangkat keras terluar dimana fungsi casing komputer yaitu sebagai tempat-tempat meletakkan dan memisahkan komponen utama komputer seperti unit pemrosesan dan unit penyimpanan.
Saat ini banyak sekali merek dan model dari casing komputer, kamu tinggal memilihnya sesuai dengan kebutuhan serta keinginan desainnya.
Semakin tinggi spesifikasi komputer yang ingin kamu bangun, maka akan semakin mahal pula Casing yang bisa digunakan. Software untuk cek spesifikasi komputer dan laptop.
2. Motherboard atau Mainboard

Motherboard atau Mainboard merupakan komponen utama dan komponen komputer paling penting karena pada motherboard lah semua komponen pemrosesan dan penyimpanan akan diletakkan serta terhubung satu sama lain.
Komponen utama dari mainboard yaitu Papan Sirkuit Cetak (Printed Circuit Board – PCB) yang menampung semua komponen penting lainnya seperti CPU, VGA, USB dan sebagainya.
Motherboard berfungsi sebagai tempat penyedia akses dari seluruh komponen komputer yang ada untuk saling terhubung satu sama lain sehingga terjadi proses input output berbagai instruksi data.
3. Heatsink

Heatsink adalah komponen komputer dengan bahan campuran dari alumunium dan tembaga yang letaknya menempel diatas komponen CPU. Fungsi dari heatsink sebenarnya sebagai penyalur panas dari CPU ke seluruh bagian heatsink.
Mudahnya begini, Prosesor atau cpu akan bekerja terus menerus sehingga panas yang dihasilkan dari komponen cpu yang berukuran kecil akan cepat sekali naik dan naik.
Cara terbaik mengurangi panas tersebut adalah dengan menyalurkannya ke bahan yang berukuran lebih lebar serta lebih mudah membuang panas.
Karena itulah dibuat heatsink dengan campuran tembaga dan alumunium. Hearsink mampu menyerap panas dari prosesor dengan baik dan cepat mengedarkan panas tersebut ke seluruh bagian heatsink.
Hanya saja jika mengandalkan pembuangan panas dari heatsink sendiri terbilang kurang cepat jadi diatas komponen heatsink selalu ada kipas yang berfungsi mempercepat pembuangan panas.
4. Fan PC Cooler

Fan PC Cooler atau panggilannya kipas casing PC berguna untuk mengatur sirkulasi udara didalam PC sehingga panas yang dihasilkan bisa dialirkan keluar.
Idealnya minimal ada 2 Fan PC yang digunakan pada casing. Yang pertama tujuannya untuk mengalirkan udara dari dalam ke luar, yang kedua berfungsi untuk mensuplai udara bersuhu normal dari luar ke dalam.
5. Power Supply

Power Supply pada umumnya berbentuk kotak kubus sedikit panjang dengan kipas tersendiri serta terdapat colokan kabel utama yang ujung satunya langsung terhubung dengan stopkontak listrik.
Fungsi dari Power Supply untuk mengatur suply daya ke semua komponen komputer terutama ke komponen di Motherboard.
Diluar itu seperti hardisk atau dvd-rom akan menggunakan kabel yang terhubung langsung dengan pin.
Inti dari Tujuan adanya Power Supply ini tidak lain adalah mengubah arus AC dari listrik rumahan menjadi arus DC yang bisa digunakan oleh Komponen Komputer.
Jenis Jenis Power Supply yang ada saat ini :
- Jenis Power supply AT
Jenis Power supply AT menggunakan kabel power penghubung ke motherboard dengan 2 konektor yaitu konektor P8 dan konektor P9. Dalam pemasangannya pun juga harus teliti agar tidak terjadi kesalahan saat menghubungkat kedua konektor.
Jenis Power Supply ATX menggunakan kabel power penghubung ke motherboard dengan 1 konektor saja ber jumlah 20 pin sehingga minim sekali kesalahan ketika menghubungkannya.
6. CPU Liquid Cooler

Cpu liquid cooler merupakan komponen komputer perkembangan dari heatsink pendingin cpu yang menggunakan cairan pendingin untuk menurunkan suhu dari CPU atau prosesor.
Pendingin CPU bawaan dari ketika membeli prosesor ya begitu saja, optimasi panas hanya turun sekitar 20-30 % saja untuk pekerjaan normal.
Sedangkan jika menggunakan cpu liquid cooler panas bisa turun lebih dari 50% untuk pekerjaan normal dan stabil sekitar 30% untuk pekerjaan berat seperti gaming.
7. CPU Air Cooler

Ada juga CPU Air Cooler, fungsinya sama dengan heatsink pendingin CPU. Perubahan ada pada meterial dan kualitas bahan yang digunakan serta besaran penampang heatsink yang lebih mumpuni.
Sesuai selera saja kamu mau pakai liquid cooler atau air cooler, saran saja sebaiknya sesuaikan dengan pekerjaan rutinitas kamu, lagipula CPU air cooler generasi terbaru sudah sangat amat mumpuni untuk menstabilkan panas ketika memproses data berat.
B. Komponen Komputer Process Device (Unit Pemrosesan)
Komponen Komputer Process Device adalah perangkat keras pada komputer dan fungsinya untuk memproses data, bisa berupa biner, audio ataupun grafis.
1. Prosesor ( CPU )
CPU atau Central Prosessing Unit, juga sering disebut prosesor, karena fungsi utamanya untuk memroses data pada komputer.
Komponen CPU bekerja dengan menerima serta memproses instruksi data yang diberikan serta menampilkan hasil pemrosesan berupa visual ataupun bentuk lain sesuai perangkat keras yang digunakan.
Berdasarkan lebar bit nya terdapat 2 jenis prosesor yaitu 32bit dan 64 bit, tentunya yang 64bit lebih baik kinerjanya dari 32bit. Tetapi jika kamu membutuhkan komputer hanya untuk lembar kerja normal seperti laporan-laporan saja, 32bit sudah sangat mencukupi.
Perlu kamu tau bahwa setia jenis, merk, kelas Prosesor memiliki kebutuhan hardware yang berbeda juga, jadi pastikan kamu paham dengan spesifikasi dan tujuan penggunaan dari prosesor yang kamu pilih.
2. VGA atau GPU

VGA (Video Graphics Array) Adapter atau Graphics processing unit keduanya sama saja dalam fungsinya yaitu hardware pengolah data dalam bentuk visual dan menghasilkan output ke layar monitor.
Fungsi kerja VGA Card sama saja dengan fungsi prosesor, hanya saja VGA terfokus untuk mengolah data berupa grafis.
Pada masa sekarang sudah banyak CPU yang didalamnya juga terdapat Graphics Prosesing Unit sehingga tidak masalah jika tidak menggunakan VGA Card.
Hanya saja jika kebutuhan komputer lebih berat ke pengolahan citra atau grafis seperti animator, gaming berat ataupun berbagai jenis desain, sudah seharusnya menggunakan VGA Card agar tidak membebani kinerja Prosesor.
Generasi perkembangan untuk VGA mengacu ke kode DDR yang digunakan, jadi Kode DDR VGA seperti DDR1 DDR2 - DDR6 adalah seri perkembangan kecepatan proses dari Komponen VGA tersebut.
3. Sound Card

Sudah sangat jelas bahwa Sound Card adalah perangkat keras didalam komputer yang berhubungan dengan input dan outputnya audio.
Ada 3 jenis onboard yang perlu kamu tau :
1. Sound Card Onboard yang langsung terpasang dan jadi satu ketika membeli motherboard.
2. Sound Card Offboard yang dipasang secara terpisah ke slot ISA atau PCI, biasanya digunakan untuk komputer khusus pengolahan audio seperti komputer dapur rekaman.
3. Sound Card External yang bersifat portable dengan colokan port USB.
4. LAN Card

LAN Card atau NIC (Network Interface Card) adalah hardware kartu jaringan yang berfungsi untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet kabel atau LAN.
Setiap LAN Card atau NIC mempunyai identitas nomor alamat yang bernama MAC Address yang dapat diubah oleh penggunanya sendiri.
Dengan berkembangnya teknologi, yang dulunya LAN Card hanya menerima colokan berbentuk kabel, sekarang sudah ada LAN Card dengan bentuk Wireless.
5. WLAN Card

WLAN Card dengan nama lain Wireless LAN Card adalah perkembangan dari LAN card yang dulunya hanya berupa akses kabel saja. Fungsinya sama persis untuk menghubungkan komputer dengan jaringan internet.
C. Komponen Komputer Storage Device (Unit Penyimpanan)
Storage Device yaitu perangkat keras atau hardware pada komputer yang fungsi utamanya sebagai penyimpan data, bisa permanen atau sementara.
1. Hard Disk

Hard Disk berbentuk fisik persegi agak panjang,berat dengan lubang baut pada kiri kanannya. Fungsinya sangat jelas sebagai penyimpan data pada komputer. File program dan foto atau video kamu akan disimpan disini.
Ukuran harddisk sekarang sudah bermacam-macam, sudah ada yang sampai ke ukuran 2TB dalam 1unit hardisk saja.
Istilah Partisi juga berada pada harddisk yang artinya adalah membagi hardisk dalam ukurang yang berbeda sehingga pada sistem operasi terbaca ada beberapa ruangan hardisk yang tersedia.
2. SSD

SSD atau Solid State Drive merupakan inovasi baru dari Hardisk yang fungsinya tetap sama yaitu untuk menyimpan data, hanya saja SSD menggunakan IC atau Integrated Circuit untuk penyimpanan data yang lebih baik dan lebih cepat dalam pembacaannya.
Intinya suatu saat Harddisk memiliki kemungkinan akan diganti dengan perangkat SSD ini, dan harganya pastilah lebih mahal.
3. RAM

RAM atau (Random Access Memory) yaitu perangkat keras pada komputer yang berfungsi untuk menyimpan data sementara ketika komputer dioperasikan.
Sama seperti dengan komponen VGA kecepata seri ram juga mengacu pada kode DDR RAM, sampai saat ini kemampuan RAM terbaik berada di DDR4 dan tidak menutup kemungkinan DDR5 akan segera muncul.
Keberadaan RAM bertujuan untuk menjembatani adanya perbedaan kecepatan antara pembacaan hardisk dan kecepatan proses CPU.
4. ROM

ROM atau (Read Only Memory) adalah perangkat keras yang biasanya sudah jadi satu ketika membeli Motherboard.
Fungsinya untuk menyimpan data yang data tersebut tidak bisa dimodifikasi seperti data BIOS.
5. Intel Optane atau Optane Saja

Intel Optane merupakan komponen komputer modern yang fungsinya sebagai akselerator data di hardisk, jadi dengan menambah optane maka hardisk kamu akan bisa menjadi secepat ssd. Tentu saja tidak semua motherboard mendukung optane ini, hanya keluaran terbaru.
Sebagai tambahan, optane hanya bisa digunakan bersanding dengan prosesor berkemampuan komputasi tinggi seperti intel gen 8 keatas. Dengan optane, booting windows 10 bisa 7 detik saja.
6. SSD M.2 SATA

SSD M.2 SATA adalah perkembangan dari ssd 2,5" menjadi bentuk yang compact dan portable. Hadirnya komponen komputer modern ini tidak lain karena dituntun mobilitas perangkat laptop yang sangat minimali dan tipis.
Dengan menggunakan SSD M.2 SATA, maka akan mulai banyak jenis laptop ultra tipis. Selain untuk laptop, motherboard PC terbaru juga mendukung komponen ini. Biasanya untuk partisi C atau tempat OS terinstall.
7. SSD M.2 NVME

SSD M.2 NVME juga merupakan perkembangan dari SSD jenis M.2 dimana dari sisi kecepatan sangatlah tinggi, tapi tentu saja harganya juga sebanding dengan kemampuannya.
SSD M.2 NVME tidak membutuhkan kabel sama sekali dan port sudah buil di motherboard seri terbaru. Intinya SSD M.2 NVME dan sata hampir tidak ada bedanya kecuali pada peforma dan kecepatan.
D. Input Device (Unit Masukan)
Input Device adalah perangkat keras pada komputer yang mempunyai fungsi utama untuk memberikan input atau masukan data ke perangkat pemrosesan.
1. Keyboard

Perangkat yang kamu gunakan untuk mengetik pada komputer dengan banyak huruf-huruf itulah yang namanya keyboard. Model dan hargany berbeda-beda, yang jelas susunan hurufnya akan sama sampai kapanpun juga.
2. Mouse

Perangkat keras yang bersanding dengan keyboard, bentuknya sedikit bulatm dinamai dengan Mouse mungkin karena sekilas hampir sama dengan tikus, tapi tikus yang seperti apa juga gak tau.
Data yang diberikan berupa pergerakan kursor pada layar ataupun data berupa klik serta drag. Saat ini yang banyak dipakai menggunakan jeni Optical Mouse, ada yang menggunakan kabel dengan colokan USB, ada juga yang sudah menggunakan teknologi Wireless.
3. Optical Drive CD DVD-ROM

Optical Drive CD DVD-ROM adalah perangkat keras yang berfungsi untuk memasukkan kepingan CD atau DVD sehingga dapat dibaca oleh Prosesor.
Seiring berkembangnya waktu, DVD-ROM mulai jarang digunakan karena semua file sudah mempunyai format yang suport untuk DVD-ROM Virtual. Tetap dibutuhkan selama kepingan DVD masih ada, hanya saja tidak sepenting dulu ketika belu ada Flashdisk.
4. WebCam

Komponen Perangkat keras pada komputer yang berupa kamera dengan input pada Port USB yang berfungsi untuk merekam kamu yang sedang didepan komputer.
Biasanya perangkat ini digunakan untuk orang-orang yang membutuhkan interaksi langsung dengan melihat wajah satu sama lain dengan media jaringan internet.
5. Scanner

Scanner merupakan perangkat keras tambahan untuk komputer yang berfungsi untuk memberikan inputan data berupa file gambar dari hasil scaning.
Dulu scanner merupakan perangkat tunggal, tapi sekarang kebanyakan printer sudah jadi satu dengan perangkat scanner ini.
6. Microphone dan Headphone

Microphone juga termasuk perangkat yang terpisah, tapi dengan berkembangnya teknologi headphone, mikrophone sudah menjadi satu perangkat dengan Headphone.
7. Touchpad

Touchpad memiliki fungsi yang sama dengan mouse, hanya saja penerapannya langsung menjadi satu pada laptop atau notebook.
Uniknya ada sebagian orang yang lebih menyukai touchpad, dan ada juga sebagian orang yang tetap menggunakan mouse walaupun dilaptopnya sudah ada touchpad.
8. JoyStick

Joy Stick juga termasuk komponen komputer perangkat keras tambahan yang fungsinya sebagai masukan data ketika kamu bermain game pada komputer.
Tidak berbeda dengan joy stick PS yang dulu biasa kamu mainkan, hanya saja sekarang portnya banyak menggunakan USB yang sudah universal.
9. Light Pen

Light Pen adalah perangkat keras komputer yang bersifat tambahan saja. Bentuk fisiknya seperti papan tablet dan sebuah pen.
Fungsi utamanya untuk memberikan masukan berupa gambar manual dari tangan yang sulit dilakukan menggunakan mouse.
Light Pen lebih sering digunakan pada komputer khusus desain oleh para desainer pakaian ataupun oleh animator.
E. Komponen Komputer Output Device (Unit Keluaran)
Maksud dari Komponen Komputer Output Device adalah perangkat keras yang berfungsi untuk memberikan hasil dari pemrosesan sistem, bisa berupa visual dan audio.
1. Monitor Display

Layar monitor harus selalu ada dalam unit komputer apapun karena pada layar inilah hasil pemrosesan data berupa visual akan ditampilkan.
Harga dan inovasi perkembangan teknologinya sangat cepat sekali berubah. Hanya saja fungsinya tetap sama yaitu menampilkan hasil pemrosesan data berupa visual.
2. Printer

Printer termasuk perangkat keras tambahan yang berfungsi untuk mencetak lembar kerja atau file gambar yang sudah kamu olah.
Printer tunggal yang hanya sebagai alat cetak sudah mulai hilang dipasaran digantikan dengan printer multifungsi dengan scanner dan fungsi copy.
3. Speaker

Sering mendengarkan lagu dari komputer ? Kotak yang bersuara itulah disebut dengan speaker. Bahasa formalnya yaitu perangkat keras yang memberikan output data berupa audio.
Speaker tidak mempengaruhi dari proses data komputasi sistem, tapi kalau komputer set tanpa speaker jelas ada yang terasa kurang karena satu satunya output audio yang handfree pastilah speaker.
F. Komponen Komputer Periferal (Unit Tambahan)
Periferal atau Unit Tambahan pada komputer juga termasuk bagian dari komponen-komponen komputer juga, hanya saja keberadaannya tidak begitu pengaruh dengan kinerja komputer tersebut.
1. Bluetooth Adaptor

Device penerima file yang dikirim menggunakan media Bluetooth, populer ketika tahun 1998an ketika HP bluetooth berkembang pesat, sehingga dibuatlah penerima bluetooth yang terus eksis sampai saat ini.
Untuk komputer biasanya komponen bluetooth berupa eksternal bercolokan USB persis dengan USB wireless hanya saja fungsinya penerima bluetooth, kalau pada laptop biasanya sudah builtin di dalamnya.
2. USB Wireless Receiver

USB Wireless Receiver merupakan perkembangan dari Wireless LAN dimana yan dulunya harus terpasang pada slot didalam Motherboard.
Wireless Receiver sekarang hanya membutuhkan slot USB saja untuk mengoprasikannya. Tujuan dibuatnya USB Wireless Receiver hanya untuk memangkas ukuran serta membuat segalanya menjadi portable.
3. FlashDisk dan Hardisk Eksternal

FlashDisk dan Hardisk Eksternal sepertinya tidak usah dijelaskan dengan panjang karena fungsinya sudah diketahui banyak orang untuk menyimpan data pada perangkat diluar komputer.
Ukuran perangkat normal penyimpan data eksternal sering disebut FlashDisk dengan satuan GBnya dan perangkat penyimpanan data superbanyak eksternal disebut dengan Hardisk Eksternal yang satuannya sudah mencapai TB.
4. Modem

Modem yang dimaksud adalah perangkan dengan Slot USB yang digunakan komputer agar dapat terkoneksi dengan internet.
Modem USB pada umumnya menggunakan SIM Card dari operator sebagai jalur koneksinya sehingga lebih mudah untuk dibawa-bawa.
G. Komponen Komputer Perangkat Lunak
Komponen Komputer Perangkat Lunak adalah komponen-komponen dari komputer yang bentuknya tidak bisa diraba oleh tangan namun bisa terlihat oleh mata. Dan fungsinya sebagai media kerja pada komputer tersebut.
1. Sistem Operasi

Sistem Operasi adalah perangkat lunak yang terinstal dan tersimpan didalam perangkat hardisk serta dioperasikan sebagai media untuk berjalannya software-software yang kita gunakan.
Misalnya ketika kamu menyalakan komputer atau lapto kemudian muncul logo Windows entah 7,8, atau 10 itulah yang dimaksud Sistem Operasi atau Operating System (OS).
Selain Windows yang familiar digunakan ada berbagai jenis OS lain dibelahan dunia seperti Linux, Unix, Mac OS, Android dan sebagainya.
2. Software

Sedangkan Software adalah perangkat lunak yang berjalan diatas Sistem operasi contohnya Microsoft Word, Antivirus, pemutar musik, pemutar video dan sebagainya.
E. Merakit PC
Langkah 1
Mulai dengan memasang Prosesor pada motherboard. Untuk bisa memasang prosesor dengan baik, kamu harus mengacu pada tanda yang ada di pojok kiri bawah prosesor dan socket.

Langkah 2
Lanjutkan dengan memasang Cooler CPU. Cara umumnya yaitu dengan mencocokan lubang di motherboard dengan pengait di cooler CPU-nya. Oh ya, apabila kamu memakai cooler CPU bawaan, biasa sudah ada thermal paste-nya.

Langkah 3
Jika cooler CPU sudah terpasang dengan baik, jangan lupa sambungkan kabelnya ke motherboard. Biasa di motherboard tertulis CPU_FAN.

Langkah 4
Lanjutkan dengan memasang RAM. Jaka rasa pastinya nggak akan sulit, kamu hanya harus cocokan saja. Karena kalau nggak cocok, nggak akan bisa terpasang. Jadi nggak akan ada namanya terbalik dan sejenisnya.

Langkah 5
Mulai bongkar Case PC sampai benar-benar tersisa hanya rangkanya. Tiap case PC tentu beda cara membongkarnya, tapi terus terang nggak begitu sulit.

Langkah 6
Pasang I/O Shield yang didapat dari motherboard ke bagian belakang case PC. Pastikan posisinya cocok dengan posisi motherboard terpasang nantinya.

Langkah 7
Pasang Motherboard ke case PC. Cocok-cocokan saja dengan lubang baut yang ada. Lalu baut semua yang bisa dibaut. Tidak perlu terlalu kencang, apabila dirasa mentok maka sudah cukup.

Langkah 8
Pasang Hard Disk pada case PC. Tiap case PC agak sedikit berbeda-beda. Ada yang dibaut, tapi ada juga yang sudah ada dudukannya dan memakai rel.

Langkah 9
Pasang Power Supply Unit (PSU) pada PC case. Sama seperti cara biasa, yaitu dengan cara mencocok-cocokan saja dengan lubang bautnya.

Langkah 10
Pasang kabel power motherboard atau biasa disebut kabel Power 24-pin ATX.

Langkah 11
Pasang kabel power prosesor atau biasa disebut kabel Power 4-pin CPU. Warnanya sudah pasti kuning dan hitam, Jaka yakin kamu akan dengan mudah mengenali kabel tersebut.

Langkah 12
Pada paket pembelian motherboard, pastinya kamu akan mendapatkan yang namanya kabel SATA. Pasangkan kabel tersebut di motherboard. Seperti biasa, cocok-cocokan saja. Karena kalau tidak cocok, sudah pasti tidak akan bisa terpasang.

Langkah 13
Pada bagian ujung satunya lagi pada kabel SATA, hubungkan ke hard disk.

Langkah 14
Karena hard disk juga butuh power. Ambil kabel Power SATA yang berasal dari PSU, lalu sambungkan ke hard disk.

Langkah 15
Mulai pasangkan kipas pada case PC. Intinya adalah pada bagian depan kipas dia akan mengeluarkan angin, sementara pada bagian belakang dia akan menyedot angin. Kamu harus mengaturnya sedemikian rupa agar bisa mendapatkan Air Flow yang baik.

Langkah 16
Mulai sambung-sambungkan kabel dari case PC ke motherboard. Seperti biasa, cocok-cocokan saja.

Langkah 17
Mulai sambungkan kabel Front Panel dari case PC ke motherboard. Jaka yakin kamu akan mudah mengenali kabelnya, karena kabel tersebut kecil-kecil. Jangan takut salah, karena kalau salah tidak akan terjadi kerusakan fatal.

Langkah 18
Jika sudah semua. Rapikan kabel yang ada di belakang case PC, dan pasangkan semua bagian case PC yang sebelumnya kamu lepas.

Langkah 19
Hubungkan ke sumber listrik dan nikmati PC idaman kamu, selesai.

Itu dia barusan cara merakit PC lengkap yang baik dan benar. Nggak sesulit yang dibayangkan kok, intinya kebanyakan hanya sekedar mencocok-cocokan saja.
F. digunakan belum sesuai dengan peralatan.
2) Pesan/Peringatan Kesalahan
Pesan/peringatan kesalahan dapat diketahui melalui tampilan secara visual dilayar monitor dan dapat berkerjanya peralatan yang terpasang di I/O.
Berdasarkan prosedur tes yang dilakukan maka akan didapatkan pesan/peringatan kesalahan sebagai tanda adanya masalah di PC. Adapun gejala dan pesan tersebut adalah sebagai berikut :
| No | Gejala | Diagnosa Pesan/Peringatan Kesalahan |
| 1 | Keyboard tidak bekerja |
|
| 2 | Mouse tidak bekerja (PS2/Com/USB) |
|
| 3 | Monitor Tidak Dapat menampilkan gambar |
|
| 4 | Monitor menampilkan resolusi dan warna tidak optimal |
|
| 5 | Print preview pada program aplikasi tidak daat dilakukan | Driver printer belum terintsall |
| 6 | Print tidak dapat dilaksanakan(Printer melaui LPT/USB) |
|
| 7 | Mencetak tidak sesuai dengan yang diinginkan, misal berulang-ulang, hal tidak sesuai dll | Setting printer belum sesuai |
| 8 | Disk dan CD ROM tidak terdeteksi |
|
| 9 | Disk atau CD ROM Tidak dapat membaca data |
|
3) Langkah-langkah mengenal dan mengidentifikasi Pesan/Peringatan Kesalahan
Untuk mengenal dan mengidentifikasi pesan/peringatan kesalahan, peserta diklat harus mempraktekkan dan mengamati PC dari saat booting, aktifasi sistem operasi, menjalankan beberapa aplikasi, mencoba peralatan I/O dan membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting peralatan baru. Dari situ akan diketahui bekerja tidaknya I/O atau peralatan I/O yang terpasang.
- 3. Kegiatan Belajar 4: Klasifikasi, Identifikasi, dan Penentuan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
- a. Tujuan Kegiatan Pemelajaran
1) Peserta diklat mampu mengklasifikasikan permasalahan pengoperasian PC dan peripheral berdasarkan kelompok masalah
2) Peserta diklat mampu mengidentifikasi kemungkinan penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
3) Peserta diklat mampu menentukan hipotesa awal penyebab permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
Klasifikasi Permasalahan Pengoperasian PC:
a) Hardware / Perangkat keras
Masalah pada perangkat keras diklasifikasikan menjadi 2 yaitu :
(1) Internal
Permasalahan hardware secara internal yaitu permasalahan yang muncul pada komponen sistem komputer yang meliputi isi CPU, yaitu: motherboard, VGA card, CHIP BIOS, RAM, Sound card, Prosessor, Harddisk, CD ROM, Power supply dan komponen lainnya yang terpasang, monitor, keyboard, mouse dan lain-lain.
| No | Komponen | Gejala Permasalahan |
| 1 | Monitor |
|
| 2 | Motherboard |
|
| 3 | Port Paralel (LPT) |
|
| 4 | Port Serial |
|
| 5 | Port Game | Tidak dapat atau akses melaui joystick yang terpasang di port game kacau |
| 6 | Port USB |
|
| 7 | VGA Card |
|
| 8 | Sound Card |
|
| 9 | RAM |
|
| 10 | Prosessor |
|
| 11 | Chip BIOS |
|
| 12 | Hard disk |
|
| 13 | Disk drive | Tidak dapat membaca/menulis /memformat/menghapus isi disk |
| 14 | CD/DVD ROM Read/Write | Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD |
| 15 | Kabel Data | Hardisk,diskdrive,CDROM tidak terdeteksi atau tidak dapat diakses |
| 16 | Power Supply | CPU mati |
| 17 | Panel depan CPU | Saklar/lampu mati dan CPU tidak dapat dihidupkan |
| 18 | Keyboard |
|
| 19 | Mouse |
|
| 20 | Speaker aktif |
|
| 21 | Dll |
(2) Eksternal
Permasalahan hardware secara eksternal yaitu permasalahan yang muncul pada komponen sistem komputer yang terpasang di luar komputer dan berfungsi sebagai fasilitas pelengkap komputer, di antaranya yaitu : printer, modem eksternal, TV tuner eksternal, scanner, dan lain sebagainya.
| No | Komponen | Gejala Permasalahan |
| 1 | Printer |
|
| 2 | TV tuner |
|
| 3 | Modem |
|
| 4 | Scanner |
|
| 5 | Flash memory |
|
| 6 | Kamera digital |
|
| 7 | CD/DVD ROM Read/Write eksternal | Tidak dapat membaca/menulis /memformat CD/DVD |
| 8 | Dll |
b) Software / Perangkat lunak
Masalah pada perangkat lunak diklasifikasikan menjadi 3 yaitu:
(1) Perangkat lunak BIOS
Chip BIOS (Basic Input Output System) biasanya berupa EEPROM yang berisi program system mendasar dari komponen I/O, termasuk di dalamnya POST. Sebagai sebuah program BIOS juga dapat mengalami masalah di antaranya yaitu :
- Komputer mati
- Komputer hidup tapi blank atau tidak ada tampilan di layar dan tidak ada aktivitas.
- Komputer tidak dapat di setting hardwarenya, setting kacau dan POST tidak jalan.
(2) Sistem Operasi
Sistem operasi merupakan suatu perangkat lunak yang berfungsi untuk mengelola semua sumberdaya sistem komputer, diantaranya yaitu : perangkat keras, program aplikasi, dan user untuk menjadi suatu sistem yang dapat bekerja.
(3) Program aplikasi
Program aplikasi adalah perangkat lunak yang digunakan oleh user untuk melaksanakan pekerjaan atau aplikasi tertentu seperti mengetik, menggambar, menghitung, mendengarkan musik dan lain sebagainya. Program aplikasi yang dimaksud adalah semua perangkat lunak selain sistem operasi, diantaranya yaitu program aplikasi seperti: perkantoran, termasuk bahasa pemrograman, virus, utility dan lain-lain. Pengelompokkan ini belum diklasifikasikan berdasarkan jenis maupun kegunaan aplikasinya.
Permasalahan yang sering muncul berdasarkan klasifikasi perangkat lunak diantaranya, yaitu :
| No | Komponen | Permasalahan |
| 1 | BIOS program |
|
| 2 | Sistem Operasi |
|
| 3 | Program aplikasi |
|
Klasifikasi gejala permasalahan yang muncul dapat pula dilakukan berdasarkan kerusakannya, misalkan dengan urutan komputer mati, booting sampai dengan menjalankan aplikasi.
2) Identifikasi Kemungkinan Penyebab Permasalahan
Berdasarkan klasifikasi permasalahan yang ada maka kemungkinan penyebab dapat diidentifikasi dengan cara melokalisir permasalahan sehingga ruang lingkup kemungkinan kerusakan menjadi lebih sempit baik secara hardware maupun software, karena dalam banyak masalah keduanya saling terkait. Sebagai contoh, yaitu : hard disk tidak terdeteksi oleh PC, kemungkinan kerusakan ada disekitar hard disk yaitu :
Hardware :
- Hard disk, setting jamper hard disk
- Kabel data dan power ke hard disk
- Bus I/O pada motherboard
Software :
- BIOS setting
Bagian-bagian yang sudah diidentifikasi dapat dilakukan pengecekkan, sebaiknya dilakukan dari hardware dulu, baru software.
Dengan cara melokalisir seperti di atas dimungkinkan permasalahan akan relatif cepat diketahui.
3) Menentukan Hipotesa Awal Penyebab Masalah
Hasil dari identifikasi, dimana kemungkinan masalah sudah diketahui. User dapat memperkirakan dan menentukan hipotesa awal penyebab dari permasalahan.
Untuk mendukung menentukan hipotesa awal user harus mengetahui semua komponen dan fungsinya pada sistem komputer, serta beberapa data kemungkinan penyebab kerusakan komputer, misalnya tegangan AC tidak stabil, debu yang lembab di motherboard komputer, head pembaca disk yang kotor dan lain sebagainya.
Selanjutnya dapat dilakukan pemikiran sebab akibat yang terjadi. Sebagai contoh :
Diskdrive tidak dapat membaca disket, lampu disk hidup saat proses pembacaan disket :
Kemungkinan kerusakan pada :
- Disket:disket sudah rusak/kotor pada lempengan data
- head disk drive kotor: kemungkinan disebabkan debu menempel di head disk drive
- Motherboard, kabel data: kemungkinan karena soket kabel data sudah aus/tidak kencang atau ada yang putus
Dengan melihat hubungan sebab akibat user dapat menentukan hipotesa awal untuk mempermudah perbaikan.
4) Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, seperti printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse yang terpasang pada port PS/2 atau serial, monitor yang selalu terpasang di card VGA, disket untuk pengujian diskdrive dan CD untuk CD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
a) Semua peralatan dipasang pada port yang sesuai. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
b) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik.
c) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
d) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
e) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
f) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
g) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
h) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
Tes dilakukan untuk mendapatkan data klasifikasi, identifikasi dan kemungkinan untuk menentukan hipotesa awal pada permasalah komputer.
Kesehatan dan Keselamatan Kerja:
1) Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
1) Cek semua hubungan instalasi sebelum memulai praktek.
2) Mintalah guru untuk membantu mengecek jika ada yang meragukan.
3) Bekerjalah sesuai dengan cara kerja atau petunjuk yang telah ditentukan
Langkah Kerja
1) Siapkan alat dan bahan.
2) Periksa semua hubungan instalasi PC.
3) Hidupkan PC, amati selama proses booting dan aktifasi sistem operasi. Apakah PC dalam kondisi baik, jika dalam kondisi, kemudian matikan dengan prosedur shut down yang benar.
4) Lepaskan instalasi beberapa komponen yang dapat dilepas, seperti prosessor, hard disk,disk drive, Ram, VGA card, kabel monitor, power supply, dan lain sebagainya. Pelepasan tersebut dilakukan secara bergantian satu per satu.
5) Hidupkan kembali komputer, amati dan catat hal-hal apa saja yang terjadi.
6) Pasangkan kembali komponen yang dilepas, ulangi langkah d dan e untuk komponen yang berbeda.
7) Jika saat salah satu komponen dilepas, komputer dapat booting sampai ke windows, biarkanlah. Amati dan catat proses yang terjadi.
8) Jika variasi pelepasan semua komponen sudah dilakukan, pasang kembali dan lakukan booting sampai ke windows.
9) Melalui mycomputer, klik kanan tombol mouse, pilih —> properties—-> device manager, hapus atau remove isi display adapter.
10) Booting kembali komputer, amati dan catat apa yang terjadi pada kondisi komputer selanjutnya.
11) Instalkan kembali driver komponen yang telah dihapus. Lakukan langkah i untuk komponen windows yang lain.
12) Selama percobaan ikuti prosedur dan selalu bertanya kepada guru pembimbing.
13) Laporkan hasil pekerjaan anda kepada guru pembimbing (pengajar).
14) Jika semua telah selesai kembalikan semua hubungan instalasi seperti semula dan cek ulang. Jika sudah benar kembalikan semua alat dan bahan ke tempat semula.
Pemeriksaan PC Berdasarkan Urutan yang Telah Ditentukan: Adapun langkah-langkah dalam menyelesaikan permasalahan komputer tersebut adalah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi permasalahan
Masalah yanga ada diidentifikasi dengan beberapa prosedur, diantaranya, melalui POST.
2) Menganalisis permasalahan
Pesan/peringatan kesalahan yang ditunjukkan melalui POST atau pun oleh komponen lain dikomputer dianalisis letak atau sumber komponen yang menjadi penyebab timbulnya permasalahan.
3) Mengklasifikasikan permasalahan
Melakukan pengelompokkan permasalahan, dapat dilakukan berdasarkan hardware, software atau permasalahan itu sendiri.
4) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah
Dengan mengklasifikasikan suatu permasalahan, maka dapat ditentukan hipotesa awal bagian yang bermasalah dan penyebab masalah. Hal ini dipakai sebagai acuan untuk mencari cara yang tepat dalam mengatasi masalah dan mencegah timbulnya kembali masalah yang sama.
5) Mengisolasi permasalahan
Masalah yang sudah diklasifikasikan, difokuskan pada ruang lingkup yang lebih kecil. Ini untuk memudahkan menemukan sumber masalah, dan tidak terjadi salah dalam menangani masalah. Misalkan kerusakan terjadi pada CD ROM, tetapi penanganan dilaksakan pada masalah VGA Card.
6) Selanjutnya dapat dilakukan tindakan perbaikan
Langkah-langkah yang dilakukan merupakan bagian dari semua langkah dari modul kegiatan belajar 1 sampai 5, oleh karena itu semua saling terkait menjadi 1 kesatuan mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
Pada modul ini difokuskan pada mengisolasi permasalahan melalui langkah-langkah prosedur mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC dan peripheral.
Prosedur Test
Untuk lebih mudahnya test dilakukan dengan bantuan beberapa peralatan luar, antara lain printer yang terpasang pada paralel port atau USB port, mouse terpasang pada PS/2 atau serial port, monitor yang selalu terpasang pada VGA card, disket untuk pengujian disk drive dan CD untuk CD ROM drive. Adapun urutan prosedur test yang dilakukan adalah sebagai berikut :
1) Semua peralatan dipasang sesuai port yang dibutuhkan. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
2) Booting Komputer, POST akan mengecek semua saluran I/O dan alamat I/O. Jika tidak bermasalah maka semua I/O yang tersedia berfungsi dengan baik. Khusus mouse sebaiknya dipasang pada serial port (COM1, COM2, PS/2) secara bergantian.
3) Pengecekkan fungsi Keyboard dan Mouse.
4) Pengecekkan tampilan pada layar monitor, Jika tidak bermasalah maka setting layar monitor dapat dimaksimalkan.
5) Pengecekkan port paralel dan USB melalui program aplikasi Microsoft word.
6) Pengecekkan pembacaan disk dan CDROM melalui Windows Explorer.
7) Pengecekkan kemungkinan-kemungkinan kerusakan hardware dan software. Instalasi komponen hardware, secara bergantian dilepas dan dipasang kembali (saat melepas dan memasang komponen hardware kondisi PC harus dimatikan terlebih dahulu) kemudian komputer dihidupkan kembali. Amati dan catat kondisi yang terjadi.
8) Pengecekkan pada PC, apabila driver hardware dihapus dan kemudian diinstal kembali.
9) Mengidentifikasi permasalahan.
10) Menganalisis permasalahan.
11) Mengklasifikasikan permasalahan.
12) Menentukan hipotesa awal penyebab masalah.
13) Mengisolasi permasalahan.
Apabila dalam tes terdapat permasalahan maka lakukan langkah 9 sampai dengan 13.
Sebelum melakukan percobaan, komputer dipastikan dalam keadaan baik dan peserta diklat membaca buku manual setiap komponen PC, buku utility, setting driver peralatan baru.
G. Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Sistem PC
Pemeriksaan PC Melalui Diagnosa Sistem
Untuk memeriksa kondisi hardware pada komputer perlu dilakukan diagnosa. Pada komputer dikenal tiga jenis diagnosa, yaitu :
POST (Power-On Self-Test)
Diagnosa umum (routine)
Diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan
1. Langkah-langkah POST
Setiap kali komputer dihidupkan secara otomatis akan memulainya dengan langkah diagnosa yang dikenal dengan POST. POST ini akan memeriksa dan menguji semua komponen-komponen sistem. Jika saat POST terjadi problem, suatu pesan akan disampaikan pada pengguna. Pesan tersebut dapat berupa : pesan tampilan di layar, suara beep, atau kedua-duanya. Indikasi dari adanya masalah sewaktu POST dinyatakan :
Kode kesalahan : dua sampai lima digit angka
Pesan kesalahan : pesan singkat dalam bahasa Inggris (ada beberapa
pesan yang menunjukkan problemnya)
Kode beep : suara beep berurutan
Dengan sangat bervariasinya pabrik pembuat motherboard dan ROM BIOS maka kode beep yang diberikan juga bervariasi artinya untuk kerusakan yang sama akan diberikan kode beep yang berbeda yang dikarenakan adanya perbedaan pabrik pembuat ROM BIOS atau motherboard. Pengujian semua memori termasuk dalam langkah POST ini. Lamanya pengujian tergantung dari besar kecilnya kapasitas memori yang terpasang. Akan tetapi POST tidak mengecek semua peralatan tambahan/perluasan seperti : printer, modem, dsb.
Adapun langkah-langkah POST adalah sbb :
Tes CPU: interupsi ditutup, pengetesan flag internal, dan pengetesan register internal
Test checksum ROM BIOS: pengetesan checksum ROM BIOS. Hasil checksum LSB harus nol.
Tes Timer 1: Timer 1 8253 diprogram pada operasi mode 2, pengecekan pada akses dasar pencacah, pengecekan pada pencacah.
Tes DMAC: pengetesan pada semua saluran register alamat dan register pencacah DMA, inisialisasi saluran 0 DMA, inisialisasi timer 1, memulai siklus memori refresh.
Tes 16 KB DRAM: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali.
Inisialisasi Interrupt controller: control word dikirim untuk inisialisasi mode interrupsi, pengesetan vector interupsi di memori.
Tes Interrupt controller: seting dan pengesetan ulang register interupsi, menempat-kan stack-stack kesalahan interupsi.
Inisialisasi Timer 0: timer 0 diinisialisasi pada operasi mode 3, cek timer 0.
Tes CRT controller: inisialisasi CRT controller, test RAM video, cek sebagian parity error, setup mode video melalui pembacaan konfigura-si, pengujian pewaktuan dan signal sinkronisasi gambar.
Tes DRAM di atas 16KB: pengetesan pada 5 pattern yang berbeda AAH, 55H, FFH, 01H, 00H tulis dan baca kembali, jika ada kesalahan akan ditampil-kan alamat kesalahan dan data di layar.
Tes Keyboard: cek keyboard dengan kondisi keyboard reset, cek penekanan kunci pada keyboard.
Tes Disk drive: cek semua card adapter disket dan disk drive yang terpasang, POST memanggil sistem operasi dari disk.
Langkah-langkah POST di atas dapat diringkas sebagai berikut :
Test 1 (Basic System): cek power supply, MPU, bus, dan ROM (langkah a-b)
Test 2 (Extended System): cek system timer, DMAC, 16KB lokasi awal DRAM dan PIC (langkah c-h)
Test 3 (Display): cek sistem pengendali signal video pada card monitor dan VRAM (langkah i)
Test 4 (Memory): cek lokasi DRAM di atas 16KB dengan disampling / dicuplik (langkah j)
Test 5 (Keyboard): cek keyboard (langkah k) f) Test 6 (Drive): cek adapter card dan peripheral disk drive dan
hard disk (langkah l)
2. Pesan Kesalahan Selama POST
Test 1 (Basic System Error), sistem terhenti dengan tanpa tampilan dan suara beep, walaupun kursor mungkin nampak.
Test 2 (Extended System Error), satu suara beep panjang diikuti dengan satu suara beep pendek, dan eksekusi POST terhenti.
Test 3 (Display Error), satu suara beep panjang diikuti dengan dua suara beep pendek, dan POST melanjutkan dengan test berikutnya.
Test 4 (Memory Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
Test 5 (Keyboard Error), ada tampilan angka yang menunjukkan kode kesalahan.
Test 6 (Drive Error), ada tampilan angka 601, 1780, atau 1781 yang menunjukkan kode kesalahan.
Troubleshooting Motherboard
Untuk mencari atau menentukan jenis kerusakan yang ada pada PC diperlukan pemeriksaan terhadap kondisi hardware pada komputer. Pemeriksaan ini meliputi : POST (Power-On Self-Test), diagnosa umum (routine), dan diagnosa mencari dan memecahkan kerusakan. Dari hasil pemeriksaan ini maka akan diketahui lokasi kerusakan dan jenis komponen yang rusak untuk kemudian dilakukan perbaikan terhadap bagian yang mengalamai kerusakan tersebut.
1. Troubleshooting Motherboard
a). Permasalahan yang mungkin terjadi
Sistem komputer terdiri dari motherboard, daughter boards, power supply, floppy drives, monitor, keyboard, dan beberapa peralatan yang terhubung melalui konektor dan kabel. Masalah dalam satu peralatan akan berpengaruh terhadap operasi peralatan lainnya dan kadang-kadang mengganggu sistem operasi. Pengecekan berikut akan membantu memecahkan masalah.
‹ Cek sambungan kabel power supply utama dan kabel tegangan DC.
‹ Cek sambungan kabel keyboard.
‹ Cek sambungan kabel monitor dan kabel daya monitor.
‹ Cek konfigurasi setting CMOS ‹ Cek sambungan kabel power dan kabel data drive.
‹ Cek semua daughter board atau card yang terpasang pada slot
I/O
‹ Cek sambungan saklar reset
‹ Cek posisi kunci keyboard
‹ Cek semua IC yang terpasang
‹ Cek disket boot di drive A
‹ Cek sambungan speaker
Setelah semua pengecekan dilakukan, hidupkan saklar power dan cari pesan kesalahan POST. Dari pesan POST permasalahan dapat dilokalisir dan diperbaiki. Ketika POST tidak dapat berjalan, maka masalah terjadi pada motherboard dan rangkaian didalamnya. Dengan mengecek signal pada slot I/O masalah kerusakan pada motherboard dapat diidentifikasi sebab semua signal CPU terhubung ke slot I/O.
b). Procedure Diagnosa dan Troubleshooting
Cek Power Supply
Cek level tegangan power supply pada slot I/O
Diagnosa
‹ Apakah card utama tersambung dengan baik ?
‹ Apakah kipas power supply berputar ?
‹ Apakah sambungan P8 dan P9 tersambung dengan baik ?
Jika level tegangan tidak ada pada pin sambungan P8 dan P9 power supply, maka permasalahan ada pada rangkaian power supply. Perbaiki power supply dengan cara mengganti dengan power supply yang baru.
Cek Signal clock
Ukur signal CLK, OSC, PCLK, RESET DRV, I/O CH RDY, I/O CH CHK pada pin slot I/O dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
Jika tidak ada signal CLK, OSC, PCLK, cek kristal dan rangkaian pembangkit clock.
Jika RESET DRV selalu tinggi, periksa signal power good, rangkaian power on reset dan kondisi saklar reset manual.
Jika tidak ada signal I/O CH RDY dan I/O CH CHK lepas dan periksa semua daughter boards. Jika masih bermasalah, permasalahan ada pada motherboard dan tempat rangkaian. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.
Cek CPU dan DMA
Cek signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW, AEN dengan memakai logic probe atau osiloskope.
Diagnosa
Apabila signal ALE, MEMR, MEMW, IOR, IOW bukan pulsa, cek motherboard bagian CPU
Apabila signal AEN bukan pulsa, cek bagian DMA.
Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru.
Cek Cek Keyboard
Cek signal KBCLK, KBDATA pada keyboard
Reset sistem dan tekan kunci pada keyboard cek signal pada
jalur data keyboard
Diagnosa
Jika KBCLK dan KBDATA ada dari keyboard kerusakan ada pada jalur motherboard. Cara perbaikannya adalah gantilah motherboard tersebut dengan motherboard yang baru. Jika KBCLK dan KBDATA tidak ada dari keyboard kerusakan ada pada keyboard.
Troubleshooting power supply
Pengecekan secara umum fungsi power supply adalah:
1. Untuk jenis TX
Jika saklar power dihidupkan, maka kipas akan berputar, tegangan pada soket P8 dan P9 bila diukur dengan memakai voltmeter. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika saklar power dihidupkan.
2. Untuk jenis ATX
Jika saklar power dihidupkan atau kabel daya dicolokkan, maka kipas diam, semua tegangan pada soket bila diukur dengan memakai voltmeter akan nol, kecuali pada pin 9 adalah +5V sebagai sumber tegangan pada posisi stanby. Jika pin 14 dihubungkan sesaat dengan pin 9 dengan memakai kabel, maka kipas akan berputar, tegangan pada setiap pin soket 20 bila diukur dengan memakai voltmeter. Khusus untuk signal power good jika diukur dengan voltmeter akan bertegangan +5V sesaat kemudian turun menjadi mendekati 0V ketika power dihidupkan.
3. Kemungkinan Kerusakan
Mati total (tidak ada tegangan keluaran pada semua pin) Tegangan keluaran tidak stabil Tegangan keluaran +12V lebih besar Tegangan keluaran +12V drop Tidak ada tegangan keluaran +5V Tidak ada signal tegangan pada power good
4. Procedure dan troubleshooting
Cek keberadaan sumber tegangan dari jala-jala, jika tidak ada (berarti kerusakan ada pada sumber tegangan/mati perbaiki jalajala/tunggu hingga hidup), jika ada lakukan pengecekan berikutnya.
Cek kabel power dan konektor dengan memakai multimeter. Jika putus sambung/ganti dengan kabel yang masih baik, jika baik lakukan pengecekan berikutnya.
Cek kipas apakah berputar, jika ya/tidak lakukan pengecekan berikutnya.
Cek semua pin tegangan keluaran DC pada konektor, jika normal dan kipas tidak berputar periksa kabel dan konektor kipas jika baik ganti kipas, jika tidak ada tegangan keluaran lakukan pengecekan berikutnya.
Cek saklar on/off pada power supply. Jika rusak ganti dengan yang baik, jika baik ganti power supply yang baik atau lakukan pengecekan berikutnya.
Cek soldiran, jalur, sambungan komponen, dan komponen elektronik (komponen aktif : Dioda, transistor atau SCR dan komponen pasip : resistor, kapasitor, PTC, sekering).Jika ada yang rusak ganti dengan yang baik.
Jika tegangan tidak stabil kemungkinan kerusakan pada kondensator elektronik setelah dioda penyearah dari sumber 110/220V.
Jika Tegangan keluaran +12V naik/drop kemungkinan kerusakan pada kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
Jika Tegangan keluaran +5V tidak ada kemungkinan kerusakan pada dioda penyearah atau kondensator elektrolit pada jalur ini atau IC regulator.
Signal power good tidak ada kemungkinan kerusakan ada pada rangkaian power good berupa kerusakan kondensator elektrolit/diode/transistor/resistor.
Troubleshooting Keyboard
Keyboard Beberapa model keyboard, yaitu :
83-Key PC Keyboard
84-Key AT Keyboard
84-Key Space-Saving Keyboard
101-Key Keyboard
Other Keyboard Styles
Setiap tombol/kunci pada keyboard IBM dinyatakan dengan empat pengenal :
Karakter yang diperlihatkan pada permukaan penutup kunci
Kode karakter dari setiap karakter penutup kunci
Kuncinya kode pembacaan
Angka desimal tempat kunci
Kunci-kunci pada keyboard dapat terganggu atau tidak berfungsi karena :
tersumbat kotoran
per atau plat saklarnya lemah
jalurnya putus
rusaknya chip yang ada didalamnya
Untuk mengatasi hal tersebut, maka keyboard perlu dirawat dengan cara :
1) menghindari masuknya kotoran dan binatang ke keyboard
2) memberikan sirkulasi udara yang cukup pada keyboard Jika terjadi gangguan, maka langkah-langkah yang harus dilakukan, yaitu:
melepas penutup kunci
membersihkan semua kotoran yang ada di dalamnya
memperbaiki per atau plat kunci yang terganggu
menutup kembali penutup kunci seperti semula
Troubleshooting Keyboard Bag-2
Pengecekan secara umum fungsi keyboard adalah :
Periksa saklar XT/AT (saklar harus pada posisi AT untuk sambungan ke sistem AT)
Periksa kunci keyboard pada panel depan sistem apakah dalam kondisi terbuka
Periksa sambungan dan kabel keyboard apakah tersambung baik dengan sistem board. Sambungan yang kurang baik akan menimbulkan masalah.
Periksa nyala LED pada keyboard selama power on apakah berkedip
Kemungkinan Kerusakan :
Keyboard tidak beroperasi penuh
Beberapa kunci tidak berfungsi
Kunci rusak atau tertekan
Kerusakan interface keyboard
Kerusakan konektor keyboard
Kerusakan kabel keyboard
Procedure dan troubleshooting :
1) Kerusakan keyboard pada Mikrokontroller keyboard, soldiran komponen pasif pada keyboard kering, jalur PCB pada keyboard putus. Atau dapat juga disebabkan oleh rangkaian interface dalam unit sistem rusak. Untuk mengisolasi daerah kerusakan dengan mudah dapat dilakukan dengan cara menyambungkan keyboard yang baik ke unit sistem, jika masalahnya hilang maka kerusakan pada keyboard dan jika tidak maka kerusakan pada rangkaian interface di unit sistem.
2) Rangkaian logika pendekode baris atau kolom dalam keyboard atau jalur PCB putus atau soldiran kering atau kontak lepas. Masalah ini dapat diselesaikan dengan mengganti keyboard yang baik.
3) Pir saklar putus atau tertekan. Untuk itu perlu diganti.
4) Chipset keyboard pada motherboard. Untuk ini ganti IC chipset
(SMD IC) atau ganti motherboard yang baik.
5) Kerusakan akibat putus tertarik atau frekuensi penggunaan. Untuk
itu ganti konektor keyboard.Pengertian BIOS
BIOS adalah berasal dari kepanjangan “Basic Input Output System” yang merupakan sebuah perangkat lunak atau software” yang ditulis dalam bahasa assembly” yang mengatur fungsi-fungsi dasar dari perangkat hardware “perangkat keras” komputer/PC.
BIOS berada dalam sebuah chip memory ( ROM atau Flash Memory berbahan CMOS ( Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor” yang terdapat di motherboard/mainboard.
Sebuah baterai yang disebut sebagai baterai CMOS memiliki fungsi untuk mejaga agar tanggal serta settingan lainnya yang telah kita setting pada BIOS tidak hilang ataupun kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer/PC telah dimatikan.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Software Adalah
Fungsi BIOS
Bios memiliki fungsi, antara lain:
Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS ialah dimulai dari proses inisialisasi, diman dalam proses tersebut kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis dari hardisk serta kapasitasnya dan sebagainya. Terus BIOS akan mencari, menginisialisasi serta menampilkan informasi-informasi dari Graphics Card.
Mgid
MONEY AMULET
Istri-istri Surabaya Selalu Bawa Ini Agar Uang Terus Datangi Mereka
PELAJARI LEBIH→
Lalu kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk selanjutnya melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen-komponen telah berhasil dilakukan, selanjutnya BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan juga OS “sistem operasi”.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Dial-Up adalah
Jenis-Jenis BIOS
Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:
Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS
Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.
Microids Research
Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
Berikut ini adalah tabel mengenai jenis-jenis BIOS:
jenis-jenis BIOS
Cara Setting BIOS
Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang digunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.
Setelah masuk ke BIOS maka akan ada tempilan seperti di bawah. Pada tampilan pertama akan ada pemberitahuan mengenai hardware yang ada pada laptop atau komputer. Hal ini ditujukan untuk mengecek apakah hardware kita terbaca dan bekerja dengan baik pada laptop.
masuk ke BIOS
Pada tampilan ke 2 “Tab Main” akan ada setting waktu dan tanggal. Kemudian ada lagi pemberitahuan mengenai kapasitas RAM laptop. Kemudian ada pengaturan lainnya.
Tab Main
Pada tampilan 3 “Tab Security” digunakan apabila teman-teman ingin memberikan password pada BIOS.
Tab Security
Pada tampilan 4 “Boot” akan digunakan untuk mengatur booting pada laptop atau komputer. Biasanya sebelum menginstal ulang, pengaturan BOOT lah yang terlebih dahulu disetting.
Boot
Pada tampilan terakhir akan ada pemberitahuan mengenai Exit dan Save BIOS.
Exit dan Save BIOS
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Bandwidth adalah
ThroubleShooting pada BIOS
Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update kita keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan kita tidak dapat masuk ke BIOS.
Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya kita tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat kita lihat di buku manualnya.Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.
Gejala : CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
Solusi : Bunyi Beep menkitakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan kita periksa masalah tersebut.
Berikut Pesan kesalahan BIOS
Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menkitakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.
[AMI BIOS]
Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 – Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.
[AWARD BIOS]
Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.
Batrey CMOS Rusak / Lemah
Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangnya yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan stkitar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
Solusi : Segera ganti Batrey nya
Gejala : CPU yang sering Hang.
Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal.
Gejala : Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?
Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.
Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat
Solusi : Penyebab komputer kita prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : Scanner adalah
Konfigurasi BIOS
Langkah-langkah mengetahui konfigurasi BIOS :
Jika komputer sudah dirakit maka segera menghidupkan komputer untuk memulai proses booting mouse, keyboard harus terpasang terlebih dahulu.
Menekan tombol del pada keyboard sebagian besar komputer untuk masuk ke menu BIOS menekan tombol del.
Menekan enter pada Stkitard CMOS Features,hal pertama yang harus di lakukan adalah mengeset waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah tanggal pada menu Date, dan waktu pada menu Time, gunakan keyboard untuk mengubahnya. Disini kita juga melihat kabel yang terpasang pada motherboard, (SATA)
Sekarang membuka menu Advanced Bios Features dengan menekan tombol [Esc] untuk kembali kemenu bios ,lalu tekan enter pada Advenced Bios Features, disini kita bisa mengatur macam-macam features, contoh : mengatur Boot sequence untuk mengatur boot pertama pada saat post .
Lalu selanjutnya adalah Integrated Peripherals ,disini kita dapat mengatur USB controller , dan mengatur system lain seperti I/O Device.
Lalu selanjutnya adalah Power Menegement Setup ,didalamnya kita dapat mengatur ACPI Function, ACPI Standby State, Power Botton Function ,Restore On AC power loss , Wake Up Event setup.
Selanjutnya H/W Monitor, disini kita bisa melihat tegangan atau panas suatu hadware.
Selanjutnya BIOS setting Password , apabila pada menu ini kita tekan enter maka akan tampil Enter new password , seperti gambar dibawah ini
Lalu selanjutnya kita tekan enter pada Cell Menu disini kita bisa melihat frequency CPU, frequency DRAM , dll.
Selanjutnya kita tekan enter pada Load Fall-Safe Defaults , disini kita bisa mengembalikan pengaturan yang kita ubah pada konfigurasi bios.
Selanjutnya kita tekan enter pada Load Optimized Default ,disini apabila kita enter maka akan mengembalikan semua pengaturan yang kita ubah untuk kembali ke pengaturan awal bios .
Menu yang selanjutnya adalah Save & Exit setup ini adalah menu untuk keluar dari setup , dan menyimpan perubahan yang kita lakukan, apabila kita ingin menyimpan dan keluar tekan OK.
Upgrade BIOS
Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk melakukan upgrade (memperbarui) BIOS di komputer kita.Karena memang sangat beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati-hati komputer malah tidak bisa dioperasikan lagi. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan BIOS harus diupgrade, misalnya :
Ketika komputer dinyalakan, tiba-tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi.
Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena sering BIOS belum mengenali processor tersebut.
BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.
BIOS gagal mendeteksi hardware, seperti hardiks, CD-ROM, VGA dan lainnya
Ingin sedikit lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)
Adanya recomendasi dari vendor Motherboard
Baca Juga Artikel yang Mungkin Terkait : VPN adalah
Jika BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan Sistem Operasi seperti. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan BIOS misalnya :
Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba-tiba mati (tanpa UPS)
Terkena Virus
Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade, BIOS tidak cocok dengan jenis motherboard dll.
Jika sudah mengalami gejala seperti diatas, maka perlu meng-upgrade BIOS dengan cara, antara lain:
Cek versi BIOS pada PC / Laptop
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop kita saat ini. Kita bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.
6) Kabel keyboard putus dicek dengan memakai multimeter, kemudian
disambung.
Pemakaian Software Diagnostik
Untuk pengetesan fungsi keyboard dapat memakai software checkit, QA plus, PC tools, dan Norton utilities. Fasilitas yang diberikan pada software ini adalah pengecekan ditekan atau tidak tombol-tombol kunci keyboard.
G. BIOS dan konfigurasi
BIOS adalah berasal dari kepanjangan “Basic Input Output System” yang merupakan sebuah perangkat lunak atau software” yang ditulis dalam bahasa assembly” yang mengatur fungsi-fungsi dasar dari perangkat hardware “perangkat keras” komputer/PC.
BIOS berada dalam sebuah chip memory ( ROM atau Flash Memory berbahan CMOS ( Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor” yang terdapat di motherboard/mainboard.
Sebuah baterai yang disebut sebagai baterai CMOS memiliki fungsi untuk mejaga agar tanggal serta settingan lainnya yang telah kita setting pada BIOS tidak hilang ataupun kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer/PC
Fungsi BIOS
Bios memiliki fungsi, antara lain:
- Mengenali semua hardware / perangkat keras yang terpasang pada PC / Komputer.
- Inisialisai ( Penyalaan ), serta pengujian terhadap semua perangkat yang terpasang ( Dalam proses yang dikenal dengan istilah Power On Self Test)
- Mengeksekusi MBR ( Master Boot record ) Yang berada pada sector pertama pada harddisk, yang fungsinya ialah untuk memanggil Sistem Operasi dan Menjalankannya.
- Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting/urutan booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
- Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS ialah dimulai dari proses inisialisasi, diman dalam proses tersebut kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis dari hardisk serta kapasitasnya dan sebagainya. Terus BIOS akan mencari, menginisialisasi serta menampilkan informasi-informasi dari Graphics Card.
Lalu kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk selanjutnya melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah semua test komponen-komponen telah berhasil dilakukan, selanjutnya BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan juga OS “sistem operasi”.
Jenis-Jenis BIOS
Saat ini, ada beberapa perusahaan penyedia BIOS, yakni sebagai berikut:
- Award Software, yang meluncurkan Award BIOS, Award Modular BIOS, dan Award Medallion BIOS
- Phoenix Technologies, yang meluncurkan Phoenix BIOS, dan setelah melakukan merjer dengan Award Software, meluncurkan Phoenix-Award BIOS.
- American Megatrends Incorporated (AMI) yang merilis AMI BIOS, dan AMI WinBIOS.
- Microids Research
- Para OEM (Original Equipment Manufacturer), seperti Hewlett-Packard/Compaq, IBM/Lenovo, Dell Computer, dan OEM-OEM lainnya.
Berikut ini adalah tabel mengenai jenis-jenis BIOS:
Cara Setting BIOS
Untuk masuk pada menu BIOS ada berbagai macam cara tergantung dari BIOS yang digunakan. Untuk Award dan Ami umumnya menggunakan tombol Delete pada saat pertama kali komputer di nyalakan.
- Setelah masuk ke BIOS maka akan ada tempilan seperti di bawah. Pada tampilan pertama akan ada pemberitahuan mengenai hardware yang ada pada laptop atau komputer. Hal ini ditujukan untuk mengecek apakah hardware kita terbaca dan bekerja dengan baik pada laptop.
- Pada tampilan ke 2 “Tab Main” akan ada setting waktu dan tanggal. Kemudian ada lagi pemberitahuan mengenai kapasitas RAM laptop. Kemudian ada pengaturan lainnya.
- Pada tampilan 3 “Tab Security” digunakan apabila teman-teman ingin memberikan password pada BIOS.
- Pada tampilan 4 “Boot” akan digunakan untuk mengatur booting pada laptop atau komputer. Biasanya sebelum menginstal ulang, pengaturan BOOT lah yang terlebih dahulu disetting.
- Pada tampilan terakhir akan ada pemberitahuan mengenai Exit dan Save BIOS.
- Gejala : Hati-hati dalam Update Bios, ketika meng-Update kita keliru memilih versi Bios, PC jadi tidak jalan bahkan kita tidak dapat masuk ke BIOS.
- Solusi : Biasanya Update tidak dapat dibatalkan, hanya jenis Motherboard tertentu yang memiliki backup BIOS pada Chip-nya, Disitu tersimpan jenis asli BIOS yang tidak dapat dihapus, untuk dapat merestore-nya kita tinggal memindahkan Posisi Jumper khusus yang biasanya sudah ada petunjuk di buku manualnya. Kemudian hidupka PC dan tunggu 10 detik, BIOS yang asli telah di Restore, kembalikan Posisi Jumper pada posisi semula, dan PC siap dijalankan kembali. Jika Motherboard tidak memiliki pasilitas tersebut, Chip BIOS harus dikirim ke Produsen, Jenis BIOS dapat kita lihat di buku manualnya.Berhati-hati dalam pemasangannya jangan sampai kaki IC BIOS patah atau terbalik Posisinya.
- Gejala : CPU mengeluarkan suara Beep beberapa kali di speakernya dan tidak ada tampilan ke layar monitor, padahal monitor tidak bermasalah.
- Solusi : Bunyi Beep menkitakan adanya pesan kesalahan tertentu dari BIOS, Bunyi tersebut menunjukan jenis kesalahan apa yang terjadi pada PC, Biasanya kesalahan pada Memory yang tdk terdeteksi, VGA Card, yang tidak terpasang dengan baik, Processor bahkan kabel data Monitor pun bisa jadi penyebabnya.Silahkan kita periksa masalah tersebut.
Berikut Pesan kesalahan BIOS
Bunyi kesalahan BIOS biasanya tidak semua Motherboard menkitakan kesalahan yang sama tergantung dari jenis BIOS nya.
[AMI BIOS]
Beep 1x : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 6x : Kesalahan Gate A20 – Menunjukan Keyboard yang rusak atau IC Gate A20-nya sendiri, Beep 8x : Grapihic Card / VGA Card tidak terpasang dengan baik atau Rusak, Beep 11x : Checksum Error, periksa Batre Bios, dan ganti dengan yang baru.
[AWARD BIOS]
Beep 1x Panjang : RAM/Memory tidak terpasang dengan Baik atau Rusak, Beep 1x Panjang 2x Pendek : Kerusakan Pada Graphic Card (VGA), Periksa bisa juga Pemasangan pada slotnya tidak pas (kurang masuk), Beep 1x Panjang 3x Pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang. Beep Tidak terputus / bunyi terus menerus : RAM atau Graphic Card tidak terdeteksi.
Batrey CMOS Rusak / Lemah
Gejala : Muncul Pesan CMOS Checksum Vailure / Batrey Low, diakibatkan tegangnya yang men-supply IC CMOS/BIOS tidak normal dikarenakan batrey lemah, sehingga settingan BIOS kembali ke Default-nya/setingan stkitar pabrik, dan konfigurasi Hardware harus di Set ulang.
Solusi : Segera ganti Batrey nya
Gejala : CPU yang sering Hang.
Solusi : Ada beberapa faktor terjadi hanging diantaranya : Ada BadSector di Harddisk, Ada Virus, Ada masalah di Hardware seperti Memory Kotor/Rusak, MBoard Kotor/Rusak, Cooling Fan perputaran fan nya sudah lemah, Power Supply tidak stabil, sebaiknya jangan dipaksakan untuk digunakan karena akan berakibat lebih fatal.
Gejala : Komputer sering tampil blue screen apa penyebabnya?
Solusi : Pesan Blue Screen bisa disebabkan system windows ada yang rusak, Bisa dari Memory, bisa dari hardisk, bisa dari komponen lainnya, tergantung pesan blue screen yang ditampilkan.
Gejala : Komputer jadi lebih lambat dari sebelumnya, padahal awalnya tidak begitu lambat
Solusi : Penyebab komputer kita prosesnya lambat ada beberapa faktor yaitu : Space hardisk terlalu penuh, terlalu banyak program / software yang memakan space harddisk dan memory, ada virus, harddisk badsector.
Konfigurasi BIOS
Langkah-langkah mengetahui konfigurasi BIOS :
- Jika komputer sudah dirakit maka segera menghidupkan komputer untuk memulai proses booting mouse, keyboard harus terpasang terlebih dahulu.
- Menekan tombol del pada keyboard sebagian besar komputer untuk masuk ke menu BIOS menekan tombol del.
- Menekan enter pada Stkitard CMOS Features,hal pertama yang harus di lakukan adalah mengeset waktu yang akan digunakan oleh sistem komputer. Aturlah tanggal pada menu Date, dan waktu pada menu Time, gunakan keyboard untuk mengubahnya. Disini kita juga melihat kabel yang terpasang pada motherboard, (SATA)
- Sekarang membuka menu Advanced Bios Features dengan menekan tombol [Esc] untuk kembali kemenu bios ,lalu tekan enter pada Advenced Bios Features, disini kita bisa mengatur macam-macam features, contoh : mengatur Boot sequence untuk mengatur boot pertama pada saat post .
- Lalu selanjutnya adalah Integrated Peripherals ,disini kita dapat mengatur USB controller , dan mengatur system lain seperti I/O Device.
- Lalu selanjutnya adalah Power Menegement Setup ,didalamnya kita dapat mengatur ACPI Function, ACPI Standby State, Power Botton Function ,Restore On AC power loss , Wake Up Event setup.
- Selanjutnya H/W Monitor, disini kita bisa melihat tegangan atau panas suatu hadware.
- Selanjutnya BIOS setting Password , apabila pada menu ini kita tekan enter maka akan tampil Enter new password , seperti gambar dibawah ini
- Lalu selanjutnya kita tekan enter pada Cell Menu disini kita bisa melihat frequency CPU, frequency DRAM , dll.
- Selanjutnya kita tekan enter pada Load Fall-Safe Defaults , disini kita bisa mengembalikan pengaturan yang kita ubah pada konfigurasi bios.
- Selanjutnya kita tekan enter pada Load Optimized Default ,disini apabila kita enter maka akan mengembalikan semua pengaturan yang kita ubah untuk kembali ke pengaturan awal bios .
- Menu yang selanjutnya adalah Save & Exit setup ini adalah menu untuk keluar dari setup , dan menyimpan perubahan yang kita lakukan, apabila kita ingin menyimpan dan keluar tekan OK.
Upgrade BIOS
Jika komputer berjalan lancar atau tidak mengalami masalah, memang tidak perlu untuk melakukan upgrade (memperbarui) BIOS di komputer kita.Karena memang sangat beresiko bagi yang belum terbiasa, jika kurang hati-hati komputer malah tidak bisa dioperasikan lagi. Tetapi ada beberapa hal yang menyebabkan BIOS harus diupgrade, misalnya :
- Ketika komputer dinyalakan, tiba-tiba berhenti sebelum masuk sistem operasi.
- Komputer sudah cukup lama, dan kita memasang hardware baru yang tidak terdeteksi dengan baik, misalnya kita ganti Processor baru. Karena sering BIOS belum mengenali processor tersebut.
- BIOS rusak, baik ditunjukkan dengan adanya pesan ataupun tidak. Misalnya invalid BIOS, BIOS corrupted dsb.
- BIOS gagal mendeteksi hardware, seperti hardiks, CD-ROM, VGA dan lainnya
- Ingin sedikit lebih mengoptimalkan kinerja komputer (hardware)
- Adanya recomendasi dari vendor Motherboard
- BIOS di komputer rusak, maka otomatis tidak bisa menjalankan Sistem Operasi seperti. Beberapa hal yang bisa menyebabkan kerusakan BIOS misalnya :
- Mematikan komputer tanpa shutdown, atau listrik tiba-tiba mati (tanpa UPS)
- Terkena Virus
- Kesalahan meng-upgrade BIOS. Misalnya komputer mati ketika proses upgrade, BIOS tidak cocok dengan jenis motherboard dll.
Jika sudah mengalami gejala seperti diatas, maka perlu meng-upgrade BIOS cara, antara lain:
Cek versi BIOS pada PC / Laptop
Langkah pertama yang harus dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop kita saat ini. Kita bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.
Analisis kasus adalah konstruktor terpenting dalam algoritma pemrograman sehingga membuat teks algoritma yang sama dapat menghasilkan eksekusi yang berbeda-beda. Setiap statement dalam pascal normalnya dijalankan secara sekuensial ( beruntun ), dari atas kebawah seperti yang tertulis pada source code programnya. Analisis kasus dapat merubah urutan eksekusi.
Jika kita mendefinisikan analisis kasus berarti juga mendefinisikan :
Kondisi : yang berupa suatu ekpresi Boolean yang menghasilkan true atau false.
Aksi : yang akan dilaksanakan jika kondisi yang dipasangkan dengan aksi yang bersangkutan dipenuhi.
Suatu aksi hanya akan dilaksanakan jika kondisi yang dipasangkan dengan aksi yang bersangkutan terpenuhi (bernilai true). Penentuan kondisi Boolean dan aksi yang dilakukan bergantung pada jumlah kasus yang terdapat pada masalah tersebut.
Ungkapan kondisi dapat dihasilkan dengan operator perbandingan dan operator logika. ungkapan kondisi dapat dibentuk dengan mengkombinasikan operand yang bertipe sama dengan salah satu operator.
Contoh Kondisi:
| X > y A + b >1 Str = ‘daspro’ Ketemu = true | I >= 100 Not true ( x < 0) and (y>20) ( x<0) or (y > 20) |
Struktur if…then
Satu kasus
Bentuk ini menunjukan, jika (if) kondisi yang diseleksi adalah benar( true ) maka statement yang mengikutinya akan diproses. Sebaliknya jika tidak benar (false) maka statement berikutnya tidak diproses.
| Sintaks dalam pascal | |
| If kondisi then Aksi; | If kondisi then Begin Aksi 1; Aksi 2; … End; |
Jika kondisi true (benar), maka aksi dikerjakan. Jika kondisi false ( tidak benar) maka tidak terjadi apa-apa (efek neto “kosong”)
Program Menerima masukan sebuad nama,jika nama tidak diisi tampilkan pesan
Program Name;
Uses crt;
var nama:string;
begin
clrscr;
write('ketikan nama anda:'); readln(nama);
if nama='' then writeln('isi dulu nama anda!!');
readln;
end.
Program untuk mengecek apakah sebuah bilangan termasuk bilangan genap atau bukan. Jika termasuk bilangan genap tampilkan pesan.
program Bilangan_genap;
uses crt;
var bil:integer;
begin
clrscr;
write('Masukan bilangan :'); readln(bil);
if bil mod 2=0 then
begin
writeln('bilangan genap'); writeln('pengecekan bilangan selesai');
end;
readln;
end.
Dua kasus komplementer. (Bahasa kerennya If-Else bercabang)
Sintaks untuk analisis dengan dua kasus adalah dengan menggunakan struktur IF-ELSE
| Sintaks dalam pascal | |
| If kondisi then Aksi1 Else Aksi2; | If kondisi then Begin Aksi1; ….. End Else Begin Aksi2; . . . . End; |
Aksi satu akan dilaksanakan jika kondisi bernilai true (benar), tetapi jika kondisi bernilai false (salah), maka aksi-aksi yang akan dilaksanakan, ‘else’ menyatakan ingkaran/negasi dari kondisi.
Program untuk mengecek apakah sebuah bilangan termasuk bilangan genap atau bilangan ganjil.Jika termasuk bilangan genap,tampilkan pesan ’bilangan genap’,Jika termasuk bilangan ganjil tampilkan pesan’bilangan ganjil’
program genap_ganjil;
uses crt;
var bil:integer;
begin
clrscr;
write('masukan bilangan :'); readln(bil);
if bil mod 2 = 0 then
writeln('bilangan genap')
else
writeln('bilangan ganjil');
readln;
end.
Program untuk menentukan bilangan terbesar diantara dua bilangan yang dimasukkan.
program bilangan_terbesar;
uses crt;
var bill,bil2:integer;
begin
clrscr;
write('masukan 2 bilangan :');
readln(bill,bil2);
if bill>bil2 then
begin
writeln(bill,'>',bil2);
writeln(bill,'bilangan terbesar');
end
else
begin
writeln(bil2,'>',bill);
writeln(bil2,'bilangan terbesar');
end;
readln;
end.
Struktur case…of
Struktur case-of dapat menyederhanakan penulisan if-else yang bertingkat-tingkat pada permasalahan dengan dua kasus atau lebih.
| Sintaks dalam pascal | |
| Case nama_variabel of Nilai1 : nilai2; Nilai2 : aksi2; . . . nilaiN : aksiN; [else aksiX;] End; | Case nama_variabel of Nilai1 : begin Aksi1; Aksi2; . . . . End; Nilai2 : aksi3; . . . nilaiN : aksiN; [else aksiX;] End; |
Nama variable sudah dideklarasikan sebelumnya dan sudah berisi nilai tertentu yang memiliki tipe data yang sama dengan nilai1, nilai2,…..nilaiN
Nilai1, nilai2,….,nilaiN adalah nilai yang bertipe integer, char, atau Boolean.
Program penentuan nama bulan jika diinput nomor bulannya
Program Nama_bulan;
Uses crt;
Var bulan:integer;
begin
clrscr;
write('masukan nomor bulan: ');
readln(bulan);
case bulan of
1:writeln('januari');
2:writeln('februari');
3:writeln('maret');
4:writeln('april');
5:writeln('mei');
6:writeln('juni');
7:writeln('juli');
8:writeln('agustus');
9:writeln('september');
10:writeln('oktober');
11:writeln('november');
12:writeln('desember');
else
writeln('bukan bulan yang benar');
end;
readln;
end.
Beberapa contoh program silahkan di analisa sendiri. Contoh:
program determinan;
uses crt;
var
a,b,c,d : real;
hasil_determinan : string;
begin
clrscr;
writeln(‘Ini adalah program mencari determinan’);
write('a : '); readln(a); write('b : '); readln(b);
write('c : '); readln(c); D := b*b -4.0*a*c;
if (D<0) then
hasil_determinan := 'negatif'
else if (D=0) then
hasil_determinan := 'nol'
else hasil_determinan := 'positif' ;
writeln; writeln;
write('Determinannya bernilai ', hasil_determinan);
readln;
end.
Analisa:
Logika program : program akan terlebih dahulu menampilkan kata “Ini adalah program mencari determinan”. Kemudian user diminta menginput a, b dan c. Kemudian determinan dicari dengan rumus D = b2 – 4ac. Jika determinan < 0, hasil_determinan akan menjadi “negatif”, jika determinan = 0, hasil_determinan akan menjadi “nol” dan jika determinan > 0, hasil_determinan akan menjadi “positif”. Program akan mengeluarkan output “Determinannya bernilai = hasil_determinan”.
Proses pemilihan ada pada penentuan hasil_determinan. Program terlebih dahulu akan mengecek kondisi yang disyaratkan pada if (D<0) then jika terpenuhi maka akan dieksekusi kode hasil_determinan := ‘negatif’ dan pada contoh diatas kondisi tidak terpenuhi, maka program akan mengeksekusi blok else. Pada blok else pun program akan kembali menemukan percabangan dimana program akan mengecek kondisi else if (D=0) then jika terpenuhi akan mengeksekusi blok hasil_determinan := ‘nol’ dan jika tidak, akan mengeksekusi blok else. Pada contoh diatas pengecekan kondisi else if (D=0) then terpenuhi.
Program indeks_nilai_ujian;
uses crt;
var
nama, nim :string;
nilai:real;
indeks:char;
begin
clrscr;
write('masukan nama:');readln(nama);
write('nim:');readln(nim);
write('nilai:');readln(nilai);
writeln;
if nilai>=80 then
indeks:='A'
else
if(nilai>=70) and (nilai=55) and (nilai=40) and (nilai<55) then
indeks:='D'
else
indeks:='E';
writeln ('Mahasiswa bernama ',nama,' dengan nim ',nim,' memperoleh nilai ',indeks);
readln;
end.
program luas ;
uses crt;
var p,pj,lb,s : integer; l : real ;
begin
clrscr;
writeln('******MENU*****');
writeln('1.luas bujursangakar');
writeln('2.luas persegi panjang');
writeln('3.luas lingkaran ');
writeln;
write('masukan pilihan :');
readln(p);
writeln;
case p of
1 :
begin
writeln('#anda memilih menu luas bujur sangkar #');
write('input sisi bujursangkar : ');
readln(s);
l :=s*s;
writeln;
writeln('luas bujur sangkar = ',l:0:2);
end;
2 :
begin
writeln ('#anda memilih menu luas persegi panjang#');
write('input panjang persegi panjang :');
readln(pj);
write('input luas persegi panjang :');
readln(lb);
l :=pj*lb;
writeln;
writeln('luas persegi panjang = ',l:0:2);
end;
3 :
begin
writeln('#anda memilih menu lingkaran#');
write('input jari jari lingkaran :');
readln(l);
l :=3.14*l*l;
writeln;
writeln('luas lingkaran = ',l:0:2);
end;
else
writeln ('tidak ada pilihan');
end;
readln;
end.
Program indeks_nilai_ujian;
uses crt;
var nama, nim :string; nilai:integer; indeks:char;
begin
clrscr;
write('masukan nama : ');
readln(nama);
write('nim : ');
readln(nim);
write('nilai : ');
readln(nilai);
writeln;
case nilai of
80..100: indeks := 'A'; 70..79 : indeks := 'B';
55..69 : indeks := 'C'; 40..54 : indeks := 'D';
0..39 : indeks := 'E';
else
writeln('Nilai yang anda masukkan tidaklah benar');
end;
writeln;
writeln ('Mahasiswa bernama ',nama,' dengan nim ',nim,' memperoleh nilai ',indeks);
readln;
end.J.Algoritma komputer
Algoritma Pemrograman Dasar untuk Latihan
Dalam dunia programming, menguasai hal penting. Karena algoritma adalah tumpuan untuk menyeleasikan sebuah persoalan. Lalu, apa sih pengertian algoritma pemrograman?
Algoritma pemrograman adalah urutan langkah logis tertentu untuk memecahkan suatu masalah. Hal ini ditekankan pada urutan langkah logis, yang artinya algoritma harus mengikuti suatu urutan tertentu, dan langkah-langkahnya tidak boleh diloncat. Pengertian lainnya dari algoritma adalah urutan langkah-langkah logis dalam penyelesaian masalah yang disusun secara sistematis. Asal kata algoritma sendiri berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, ilmuwan Persia yang menulis buku berjudul “Al Jabr W’Al-Muqabala” (Rules of Restoration and Reduction) yang diterbitkan pada tahun 825 M.Dalam algoritma, alur pemikiran dalam menyelesaikan suatu persoalan dituangkan secara tertulis. Hal pertama yang ditekankan adalah alur pikiran, sehingga algoritma seseorang dapat juga berbeda dari algoritma orang lain. Sedangkan penekanan kedua adalah tertulis, yang artinya alur tersebut dapat berupa kalimat, gambar, atau tabel tertentu.
Algoritma sendiri memiliki beberapa ciri penting agar bisa digunakan untuk menyelesaikan masalah, diantaranya:
Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah tertent Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak ambigu
- Algoritma memiliki masukan berjumlah nol atau lebih.
- Algoritma memiliki keluaran berjumlah nol atau lebih.
- Algoritma harus efektif. Maksudnya setiap langkah yang tertulis harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam waktu singkat dan masuk akal.
Dalam bidang komputer, fungsi algoritma sangat diperlukan untuk menyelesaikan berbagai masalah pemrograman, terutama dalam komputasi numerik. Tanpa algoritma yang dirancang dengan baik, proses pemrograman akan menjadi salah, rusak, lambat dan tidak efisien. Pelaksana langkah-langkah di dalam algoritma adalah sistem komputer. Agar manusia dan komputer dapat berkomunikasi, manusia memberikan perintah-perintah kepada komputer berupa kumpulan instruksi yang dikumpulkan di dalam program. Dalam menyelesaikan persoalan, komputer perlu merumuskan beberapa langkah penyelesaian persoalan dalam sekumpulan instruksi. Kumpulan instruksi yang dimengerti oleh komputer inilah yang disebut dengan program.
Untuk menerjamahkan bahasa manusia ke dalam bahasa komputer, diperlukan sebuah alat untuk menjembatani komunikasi di antara keduanya. Alat yang digunakan tersebut adalah bahasa pemrograman. Setiap bahasa pemrograman memiliki tingkatannya tersendiri, tergantung dari bagaimana bahasa tersebut bisa diterapkan langsung oleh manusia selaku pengguna. Tingkatan bahasa pemrograman dapat dikategorikan ke dalam 3 jenis, yaitu:
- Bahasa tingkat tinggi (High Level Language / HLL). Contohnya: Pascal, C, Java, PHP, ASP
- Bahasa tingkat menengah (Medium Level Language / MLL). Contohnya: Assembly
- Bahasa tingkat rendah (Low Level Language / LLL). Contohnya : Machine Code
Dari berbagai bahasa pemrograman, cara memberikan instruksinya berbeda-beda. Meskipun begitu, semuanya bertujuan untuk menghasilkan keluaran yang sama. Program yang ditulis dalam bahasa pemrograman akan dikonversi ke dalam bahasa mesin menggunakan penerjemah. Berikut ini metode menerjemahkan bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin dalam programming:
- Interpreter, yaitu menerjemahkan baris per baris instruksi. Bahasa Basic menggunakan metode ini.
- Compiler, yaitu menerjemahkan setelah seluruh instruksi yang ditulis. Bahasa Pascal, dan C adalah beberapa contoh bahasa pemrograman yang menggunakan metode ini.
Dalam mempelajari programming, Anda harus paham perbedaan antara belajar programming dengan belajar bahasa pemrograman. Belajar programming artinya Anda belajar tentang metode pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami. Sedangkan belajar bahasa pemrograman artinya Anda belajar memakai suatu bahasa, aturan tata bahasa, instruksi yang digunakan, serta tata cara pengoperasian compiler, untuk membuat program yang ditulis ke dalam bahasa tersebut.
Penulisan algoritma harus terdiri dari 3 bagian berikut ini:
- Judul algoritma;Bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.
- Deklarasi; Bagian untuk mendefinisikan semua nama yang digunakan di dalam program. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedur dan fungsi.
- Deskripsi; Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditulis dengan menggunakan notasi yang akan dijelaskan selanjutnya.
Penulisan algoritma sendiri tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan kemampuan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman, namun algoritma dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman. Lalu seperti apa contoh algoritma pemrograman dasar yang wajib Anda kuasai? Berikut ini contoh-contohnya:
1. Algoritma Narasi
Contoh: Algoritma Kelulusan_mhs
Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.
Algoritmanya akan seperti berikut:
baca nama dan nilai mahasiswa.
jika nilai >= 60 maka
keterangan = lulus
tetapi jika
keterangan = tidak lulus.
tulis nama dan keterangan2. Algoritma Pseudo Code
Contoh; Algoritma Kelulusan_mhs
Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus. Sedangkan jika nilainya lebih kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut dinyatakan tidak lulus.
Deklarasi dari tipe datanya akan seperti berikut:
Nama = string
Nilai = integer
Keterangan = stringAlgoritmanya akan seperti berikut:
read (nama, nilai)
if nilai >= 60 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)3. Algoritma Flowchart
Berikut ini adalah beberapa contoh dari
algoritma flowchart. Fungsi flowchart pada
pemrograman adalah untuk memudahkan programmer
ketika merancang sebuah program komputer.
Ini dia contoh-contohnya:
- Menentukan bilangan ganjil atau genap
Terdapat bilangan yang bernama “bilangan bulat
” yaitu 0, 1, -1, 2, dan seterusnya serta
bilangan asli 1, 2, 3, 4, 5, dst. Kedua
jenis bilangan tersebut sering digunakan
dalam perhitungan. Algoritma di bawha ini
akan menentukan apakah bilangan tersebut
ganjil atau genap> Berikut ini adalah flowchart
dari algoritma tersebut:
Dari flowchart di atas, penjelasannya adalah sebagai berikut:
Bilangan genap adalah sebuah bilangan bulat
yang akan habis atau tidak memiliki sisa jika
dibagi 2 (dua). Sedangkan bilangan ganjil
adalah sebuah bilangan bulat yang tidak akan
habis apabila dibagi 2 (dua) atau ada sisa
pembagian.
- Algoritma tahun kabisat
Tahun kabisat adalah sebuah tahun yang memiliki
tambahan 1 hari yang bertujuan agar kalender
dapat menyesuaikan dengan keadaan astronomi.
Saat tahun kabisat, bulan Februari memiliki 29
hari. Tahun yang dapat untuk dibagi dengan
4 adalah tahun kabisat. Berikut ini adalah
algoritma untuk menentukan tahun kabisat
jika disajikan dengan flowchart seperti
di bawah ini:
- Menghitung harga yang harus dibayar
- setelah mendapatkan sebuah diskon
Contoh flowchart kali ini adalah flowchart dari
algoritma untuk menentukan biaya yang harus
dibayar oleh pembeli sesudah mendapat diskon
10%. Syarat untuk mendapatkan diskon tersebut
adalah jumlah dari total pembelian sebesar
Rp.1.500.000,-. Berikut ini adalah algoritma
flowchartnya:
Jumlah barang memiliki sifat yang dinamik sesuai dengan masukan dari pengguna. Intinya
, jika total pembeliannya kurang dari 1500000,
maka pembeli tidak akan mendapatkan diskon.
- Flowchart menghitung luas lingkaran
Algoritma flowchart di bawah ini adalah contoh
flowchart untuk menghitung luas lingkaran
dengan rumus L = πr2:
Algoritma:
- Program dimulai
- Tentukan nilai phi dan r
- Hitung L = phi x r2
- Cetak Hasil L
- Program Selesai
Flowchart:
- Flowchart menghitung luas segitiga
Berikut ini contoh flowchart program untuk
menghitung luas segitiga, dimana diketahui
nilai ALAS = 10 dan nilai TINGGI = 8.
Pada flowchart ini, untuk mendapatkan nilai
awal dari “ALAS” dan “TINGGI” menggunakan
kotak proses, karena nilai “ALAS” dan “TINGGI”
sudah ditentukan sebelumnya.
Sekian artikel kami kali ini seputar contoh
algoritma pemrograman dasar. Semoga artikel
kami kali ini dapat menjadi bahan materi Anda
untuk mempelajari pemrograman dasar.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar